Berita Banyuasin

Inventarisir Data dan Permasalahan Tenaga Kerja Perusahaan di Banyuasin, Ini Langkah Disnakertrans

Sebagai upaya terlaksananya pembinaan hubungan industrial di perusahaan yang berkelanjutan

Inventarisir Data dan Permasalahan Tenaga Kerja Perusahaan di Banyuasin, Ini Langkah Disnakertrans
SRIPOKU.COM/IST
Kepala Disnakertrans Kabupaten Banyuasin M Syahrial saat sosialisasi di perusahaan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sebagai upaya terlaksananya pembinaan hubungan industrial di perusahaan yang berkelanjutan dan mengetahui perkembangan kondisi ketenagakerjaan. Demi terwujudnya pelaporan data ketenagakerjaan dari perusahaan yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Setelah ditariknya fungsi pengawasan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, seperti yang diatur dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyuasin melakukan kegiatan inventarisir pendataan dan validitasi data ketenagakerjaan pada perusahaaan-perusahaan yang ada di Bumi Sedulang Setudung.

Serta menggencarkan program sosialisasi, berbagai peraturan pelaksanaan ketenagakerjaan.

Baca: Kementrian Perhubungan Berduka, Minta Doa & Beri Ucapan Terima Kasih Kepada Petugas Damkar

Penyuluhan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan pemutusan hubungan kerja, serta pemberdayaan dewan pengupahan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Banyuasin Ir. M. Syahrial, MT mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah perusahaan dalam wilayah Kabupatren Banyuasin per 31 Desember 2016, yakni sekitar 265 (dua ratus enam puluh lima). Dengan pekerja/buruh sekitar 31.684 (tiga puluh satu ribu enam ratus delapan puluh empat) orang.

"Kita berharap dengan adanya kegiatan tersebut, pekerja mendapatkan pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan. Demi terciptanya hubungan baik diantara keduanya dan menjadikan mereka sebagai mitra sosial yang harmonis."

Baca: Beberapa Fakta dari Lokasi Kebakaran Yang Terjadi di Gedung Kemenhub di Jakarta Pusat

"Kemudian terbentuk dan diberdayakannya sarana hubungan industrial, sehingga terwujudnya perencanaan pembinaan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan," terangnya, dibincangi Minggu (8/7/2018).

Dengan begitu lanjut Syahrial, target jangka panjang yang ingin dicapai pihaknya seperti, terwujudnya ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang- undangan ketenagakerjaan.

Terciptanya hubungan industrial yang harmonis dan dinamis.

Halaman
12
Penulis: Reigan Riangga
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help