SFC UPDATE

Bukan Tergantung N’Diaye, Rahmad Darmawan Evaluasi Sriwijaya FC 13 Pekan di Liga 1 2018

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui, jika tim yang diasuhnya masih kurang fokus saat berlaga di kompetisi

Bukan Tergantung N’Diaye, Rahmad Darmawan Evaluasi Sriwijaya FC 13 Pekan di Liga 1 2018
SRIPOKU.COM/RM RESHA AU
Pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui, jika tim yang diasuhnya masih kurang fokus saat berlaga di kompetisi Liga 1 2018 selama 13 pekan belakangan.

Untuk itu, ia memanfaatkan momen libur ini untuk mengevaluasi kinerja tim secara teknis menilik beberapa laga yang mengalami kekalahan.

Ia memberikan contoh, saat tim menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (14/4/2018) lalu. Meski sempat unggul 2-0 di menit awal, tim mereka akhirnya berhasil dikejar hingga ditahan imbang tim tamu dengan skor 2-2.

“Begitupun saat melawan PSMS Medan, kita kalah tipis 1-0. Kemudian Serui, kita kalah karena gol bunuh diri. Begitupun Barito kemarin saat N’Diaye ditarik karena kartu merah dan penalti, kita kehilangan fokus,” ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (13/6/2018) kemarin.

Memang, Mahammadou N’Diaye sempat ditarik di dua laga karena kartu merah dan cedera, yakni saat bertandang ke Madura United Sabtu (7/4/2018) dan Barito Putera Jumat (8/6/2018). Akibatnya, di dua laga itu tim yang dibesutnya memperoleh kekalahan besar.

Namun, ia membantah jika itu menjadi indikasi dari ketergantungan tim terhadap Stopper berdarah Mali tersebut.

Menurutnya, pemahaman tim dan individual taktik dalam mengcover lubang yang ditinggalkan N’Diaye menjadi penyebab timnya menjadi tak fokus.

“Sebenarnya sudah ada job desk dan cover all begitu ganti pemain. Namun pemahaman itu yang sepertinya di kita belum dapat. Sehingga sering tidak fokus,” terangnya lagi.

Di satu sisi, ia juga membeberkan alasan mengapa timnya seolah hilang konsentrasi saat bertarung, yaitu beberapa faktor teknis seperti depresi, hingga non-teknis,misalnya keputusan wasit yang cenderung kontroversial.

“Depresi itu misalnya, kita sering melakukan peluang-peluang namun tidak berbuah gol. Hal itu menyebabkan kita menjadi lengah, dan mudah di-counter lawan,” tuturnya.

Padahal ia mengakui, berdasarkan catatan statistik milik tim maupun PT. Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga secara resmi, timnya selalu unggul dalam penguasaan bola dan conditioning. Hal ini menurutnya juga membantah kalau fisik menjadi penyebab kekalahan yang dialami oleh Konate cs.

Ia berharap, dengan waktu libur yang diberikan dapat membuat pemain me-refresh ulang fisik dan psikologinya sebelum liga kembali dimulai. Sehingga mereka bisa lebih fokus lagi dalam menghadapi laga yang masih tersisa empat pekan lagi untuk putaran pertama.

“Kalau saya lebih suka menyebut masalah psikologi. Ada satu hal yaitu fokus dan konsentrasi yang kadang-kadang gak bisa dimaintence di akhir pertandingan,” jelasnya.

Baca: Diisukan Bidik Ahn Byung-Keon, Asisten Manajer Sriwijaya FC: Kemungkinan Itu Ada

Baca: Gara-gara Lalai Soal Pertandingan Sriwijaya FC, PSSI Kena Denda dari AFC

Baca: Gelandang Sriwijaya FC Ini Unggulkan Prancis di Piala Dunia 2018

Baca: Dirut PT SOM Muddai Madang Pertimbangkan Batasi Penggunaan Medsos bagi Tim Sriwijaya FC

Baca: RD Ungkap Dua Biang Kekalahan Sriwijaya FC dari Barito dengan skor 1-3

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help