Berita OKUS

Tetangga Lihat Ada Kejanggalan Sebelum Kakek Renta di OKUS Ini Tewas Terpanggang

Tinggal seorang diri membuat kakek renta Sahri (90) warga Talang Beluntung Jaya Desa Madura Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Reigan Riangga
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Rumah Alm Pak Sahri (90) rata dengan tanah pada peristiwa kebakaran, Senin (1/5/2018) dini hari. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Novriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Tinggal seorang diri membuat kakek renta Sahri (90) warga Talang Beluntung Jaya Desa Madura Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan ini meninggal dengan tragis pada peristiwa musibah kebakaran, disaat korban tengah lelap tertidur pada Senin (1/5/2018) dini hari pukul 23.00 WIB.

Tetangga korban, Ujang menceritakan, ia tidak terdengar suara minta tolong ataupun teriakan untuk meminta bantuan, sehingga diketahui kobaran api telah membesar di sebuah talang yang dihuni 5 Kepala Keluarga.

Mirisnya, ditengah kejadian tersebut tetangga korban sempat melihat pemandangan yang menyedihlan di saat kobaran api melahap pondok berukuran 10x4 meter itu.

Baca: BREAKING NEWS: Seorang Kakek Renta di OKU Selatan Tewas Terpanggang

"Ditengah kobaran si jago merah, saya sempat saksikan korban ikut terjatuh bersama karung berisi padi dari atas pondok kedasar tanah yang diduga telah meninggal," ungkapnya.

Karena saat itu tengah berada di sebuah talang yang sepi penduduk, dirinya tidak mampu menghalau kobaran api yang terus membesar hingga cucu kobaran tiba di lokasi.

Baca: Luis Milla Bakal Seleksi Penyerang Sriwijaya FC Usai Ilija Spasojevic Gagal Beri Gol Vs Korea Utara

--

Sejak istrinya meninggal 5 tahun silam, bapak 6 anak tersebut, biasanya pulang sepekan sekali pada hari Jumat, untuk sholat dan mengunjungi cucunya di rumah kedua anaknya yang bungsu Bondan dan anaknya nomor 3 Ismadi, yang tinggal di Desa Madura itu.

Baca: Dihadang 9 Pelaku Begal, Dedi tak Berkutik Serahkan Motor Kesayangannya

"Biasanya ia pulang di hari jumat, dengan berkunjung kerumah kedua anaknya yang bungsu dan anak nomor tiga," jelas ismed Kades setempat, Selasa (1/5/2018).

Sedangkan keempat anak korban sebagai seorang petani kopi dan sawah, berada di luar daerah Desa setempat, namun dengan dalih tak ingin merepotkan anak-anaknya ia sengaja tinggal disebuah pondok di kebun atas kemauannya sendiri yang berjarak sekitar 15 menit dari Desa.

--

Di ketahui korban memang dikenal warga sekitar sebagai pribadi yang pendiam, jarang bersilaturahmi dengan tetangga di talang yang di huni sekitar 5 Kepala Keluarga (KK).

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved