Tekan Angka Kelahiran di 16 Kecamatan Kota Palembang Melalui Kampung KB

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang mengadakan kegiatan Sosialisasi kebijakan dan strategi

Tekan Angka Kelahiran di 16 Kecamatan Kota Palembang Melalui Kampung KB
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Dinas Pengendali Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, saat memberikan materi kepada peserta sosialisasi, Selasa (16/4/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang mengadakan kegiatan Sosialisasi kebijakan dan strategi advokasi KKBPN (Kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga) Bagi mitra kerja dan pemangku kepentingan se kota Palembang di Hotel Princess, Selasa (17/4/2018).

Tujuannya kali ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersinergi mensosialisasikan penekanan angka kelahiran dan pengunaan KB serta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sejahtera.

Dewi Isnaini, Kepala Dinas Pengendali Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palembang, mengatakan bahwa dukungan semua sektor mulai dari Ikatan Bidan Palembang hingga semua masyarakat untuk mendukung program pengendalian penduduk.

Baca: Tangkap 3 Tersangka di Tempat Berbeda, Sat Restik Polres OKI Putuskan Jaringan Peredaran Narkoba

"Dengan adanya sosialisasi seperti ini, kita berharap semua peserta sosialisasi yang hadir dapat memberikan wawasan tentang keluarga berencana," jelasnya.

Saat ini, fokus DPPKB merealisasikan kampung KB yang mana sudah diresmikan di 16 kecamatan dari 18 kecamatan Kota Palembang. Kampung KB sebagai wadah untuk mewujudkan penekanan angka kelahiran.

Baca: Akibat Gaji Pemain Terlambat, Sriwijaya FC Diterpa Isu tak Sedap, Ada yang Menduga Ulah Oknum

"Kampung KB itu sebagai wadah untuk menekan angka kelahiran, dan akan menjadi sebuah contoh untuk keluarga-keluarga di Palembang," ujarnya.

Dewi berharap, dengan adanya kampung KB ini, program-program KB dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat menurunkan angka kelahiran.

Selanjutnya, setelah berhasil di satu titik tersebut, masyarakat yang ada di kampung KB ini bisa mensosialisasikan kepada kampung-kampung lain untuk menjalankan program KB.

Baca: Peringati Hari Perlindungan Konsumen di Pagaralam, Pjs Walikota Minta Pedagang Jaga Hak Pembeli

"Kita berharap dengan digencarkannya sosialisasi seperti ini, serta menjalankan program kerja di Kota Palembang, pelan-pelan angka kelahiran di Kota Palembang ini dapat menurun," harapnya.

Baca: Serahkan Seragam Baru Dinas PU PR Kota Palembang, Pjs Walikota Ahmad Najib Inginkan Kerja Dipercepat

Seiring sejalan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengunaan KB permanen semakin meningkat, hal ini didapat dengan meningkatnya pemakai dengan persentasi 172,81 persen atau 77,989 jiwa di tahun 2017, dan tujuan kampung KB juga menekan angka TFR dari 2.38 persen menjadi 2.28 persen. (*)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help