Eksklusif Sriwijaya Post

Gali Dulu Kelar Timbun Seadanya, Jalan Protokol jadi Kumuh

Semua proyek galian tanah terkesan gali dulu soal penimbunan urusan belakang. Kondisi ini menimbulkan banyaknya komplain dari masyarakat.

Gali Dulu Kelar Timbun Seadanya, Jalan Protokol jadi Kumuh
SRIPOKU.COM/REFLY PERMANA
ILUSTRASI: Seorang pengendara motor melajukan motornya dengan pelan supaya terhindar dari karung-karung berisikan tanah sisa galian di Jalan A Rivai Palembang, Senin (19/3/2018). 

PALEMBANG, SRIPO -- Jelang Asian Games, semua instansi sedang berbenah, termasuk PLN, PDAM, gas alam, Telkom agar, saat Asian Games nanti tidak mengalami gangguan. Namun sayangnya pengerjaan penggalian yang dilakukan oleh pihak ketiga atau kontraktor ini banyak yang tidak sesuai.

Semua proyek galian tanah terkesan gali dulu soal penimbunan urusan belakang. Kondisi ini menimbulkan banyaknya komplain dari masyarakat. Mulai dari lamanya pengerjaan galian, prosedur pengembalian hasil galian yang tidak sesuai dengan perjanjian atau pengembalian seperti semula dan kotornya jalan akibat galian yang dilakukan.

Terlebih saat ini memasuki musim hujan, beberapa kontraktor malah melakukan penggalian utilitas. Dampaknya, jalan menjadi kotor. Selain itu, jalan pun menjadi licin, dan membahayakan bagi pengendara yang melintas.

Baca: 51 KM Jalan Rusak di OKU Diperbaiki Gubernur Tinjau Langsung Pengerjaan

Baca: Galian Jalan Bikin Jalinsum Macet

Seperti pantauan Sripo, galian yang dilakukan di Jl Sumpah Pemuda beberapa waktu lalu saat ini sudah selesai. Namun pengembalian dan penutupan galian tidak sesuai, karena tidak dikembalikan seperti semula. Bagian yang digali dulunya merupakan aspal yang rata dan mulus. Namun pasca penutupan galian, kontraktor pengerjaan tersebut hanya dilakukan sekedarnya saja. Jalan hanya ditutup dengan semen bercampur kerikil sehingga jalan yang sebelumnya rata dan mulus menjadi berkerikil.

Tidak hanya itu, penggalian yang tidak dikembalikan seperti semula juga terjadi di ujung Jl Sumpah Pemuda atau sudah memasuki Jl Angkatan 45 tepatnya di depan Cafe OTW. Galian yang sudah dilakukan ditutup seadanya dan bahkan tidak rata dengan jalan. Karena lubangnya cukup dalam, maka mobil dan motor yang melintas di sini harus sangat berhati-hati.

Karena pelannya mobil yang melintasi lubang ini, menyebabkan terjadi penumpukan kendaraan. Tidak heran setiap jam-jam sibuk di Jl Sumpah Pemuda menuju Jl Angkatan 45 selalu terjadi kemacetan.

Tidak hanya di jalan ini, di ruas jalan lainnya seperti Jl Kol H Burlian dan Jl Demang Lebar Daun juga demikian. Kondisi jalanan berlumpur akibat proyek galian mendapat komentar
warga yang mengeluh dengan kondisi tersebut.

M Amin (55) mengungkapkan, pembangunan yang melintasi depan rumah sekaligus toko Jahit miliknya sangat menggangu, sebab setelah empat bulan pengerjaan berlalu, jalanan tersebut tidak dilakukan penutupan dengan sempurna sehingga mengakibatkan banyak masalah.

Halaman
12
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved