Banjir Membawa Berkah, Warga Raup Keuntungan Puluhan Ribu Rupiah

Warga Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo yang memiliki perahu menyewakan perahunya bagi masyarakat yang akan melewati ruas jalan yang terendam.

Banjir Membawa Berkah, Warga Raup Keuntungan Puluhan Ribu Rupiah
SRIPOKU.COM/AKMAD FAROZI
Jasa ojek perahu di jalan poros Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo yang terendam banjir. Senin (12/3/2018). 

SRIPOKU.COM, MURATARA -- Banjir yang merendam beberapa titik ruas jalan di Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir membawa berkah.

Sebagian masyarakat memanfaatkan dengan menyewakan perahu hingga meraup pendapatan yang menguntungkan dari jasa penyeberangan itu.

Seperti dilakukan oleh warga Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo. Mereka yang memiliki perahu, menyewakan perahunya bagi masyarakat yang akan melewati ruas jalan yang terendam tersebut.

Baca:

BPBD Sumsel Siagakan Posko Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Ratusan Rumah di Kecamatan Rambang Dangku Muaraenim Terendam Banjir

Untuk satu orang, jasa naik perahu dipatok berkisar Rp5 ribu - Rp10 ribu, sekali jalan, tergantung banyak atau sedikitnya penumpang. Kalau perahunya penuh, berkisar 5-6 orang, maka biaya sewanya bisa lebih ringan.

Sedangkan untuk mengangkut sepeda motor, dipatok Rp20 ribu - Rp30 ribu, sekali jalan. Karena tidak ada jalan lain, warga yang melintasi ruas jalan yang terendam ini lebih memilih menyewa perahu daripada tidak bisa lewat.

"Jaraknya lumayan jauh. Kalau 200 meter lebihlah. Jadi dengan ongkos Rp5 ribu - Rp10 ribu tidak terlalu memberatkanlah," ujar Rahman, salah seorang warga yang menyewakan jasa perahu dilokasi tersebut, Selasa (12/3/2018).

Sementara itu, selain mengganggu arus transportasi, banjir juga memengaruhi aktifitas ekononi masyarakat. Lahan pertanian dan perkebunan masyarakat sebagian juga terendam banjir.

Baca:

BREAKING NEWS: Banjir Muratara, Akses Jalan Darat ke Kecamatan Rawas Ilir Terputus

Pemkab Mulai Siaga Bancana Banjir, Hanya 4 Kecamatan yang Bebas Banjir di Ogan Ilir

Sehingga, sebagian warga tak bisa menyadap karet. "Banjir ini biasa terjadi tiap tahun. Yah kalau banjir seperti ini, bagi yang menyadap karet, libur dulu. Nanti kalau air sudah surut baru bisa menyadap.

Biasanya banjir tak terlalu lama," ungkap Devis, warga lainnya yang dijumpai Sripoku.com, dilokasi. (editor : pitri)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Pitria Tiningsih
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved