Barang Abu Tour Diangkut Mobil, Diam-diam Kosongkan Kantor Malam Hari

Sudah tiga hari Kantor Cabang Abu Tours Palembang tutup, pasca selalu ditundanya keberangkatan jemaah umroh asal Sumsel.

Barang Abu Tour Diangkut Mobil, Diam-diam Kosongkan Kantor Malam Hari
Sripoku.com/Yandi Triansyah
Suasana Kantor Abu Tours Cabang Palembang, Senin (12/2/2018) di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang. 

SRIPOKU.COM , PALEMBANG - Sudah tiga hari Kantor Cabang Abu Tours Palembang tutup, pasca selalu ditundanya keberangkatan jemaah umroh asal Sumsel. Selama waktu itu pula jemaah secara bergantian menunggu di halaman kantor. Jemaah tetap menanti kepastian keberangkatan meski kantor sudah dalam keadaan terkunci dan tak seorang pun bisa ditemui.

Berita Lainnya:  Selain Kantor, Jemaah Ungkap Rumah Pimpinan Abu Tours Palembang Sudah Kosong

Meski kantor dalam keadaan terkunci dan tak satu pun karyawan yang bisa ditemui, namun jemaah tetap menantikan kepastian kapan keberangkatan.

Tapi diduga diam-diam pihak Abu Tours mengosongkan kantor tersebut. Hal itu terungkap dari cerita warga disekitar lokasi kantor. Menurut warga yang ditemui, setiap malam ada beberapa orang datang dan membuka kantor tersebut. Dengan menggunakan mobil, orang itu kata warga, mengeluarkan barang dan memasukkannya ke mobil.

"Kalau mau ketemu orang Abu Tours datangnya malam, biasanya ada yang datang. Beberapa hari ini mereka sudah angkut barang barang yang ada di dalam kantor," kata seorang warga setempat, Senin (12/2) saat ditemui di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang. Warga tersebut menjelaskan, barang-barang di dalam kantor sebagian besar sudah diangkut dan dibawa ke suatu tempat. Namun ia tak tahu kemana barang dibawa.

"Kami tak kenal siapa-siapa yang datang, tapi sudah beberapa malam ini selalu ada yang datang dan membawa barang," katanya. Pengakuan warga ini juga diperkuat dengan keadaan disekitar kantor Abu Tours. Salah satunya di pos satpam kantor tersebut. Barang-barang diantaranya kipas angin, lampu dan sebagainya sudah tak ada lagi ditempat. Kondisi di dalam pos juga berantakan, beberapa brosur bertebaran dan acak acakan.

Selain itu, para jemaah sulit berkomunikasi dengan karyawan dan pimpinan Abu Tours yang ada di Palembang. Segala kontak sudah terputus, dan tidak ada satu orang pun yang bekerja yang bisa ditemukan.

Sementara itu, melihat persoalan tak ada jalan keluarnya, akhirnya puluhan calon jemaah umroh melaporkan Abu Tours ke Polda Sumsel. Mereka menyatakan sudah merasa tertipu dan mengalami kerugian yang tak sedikit. Para jemaah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Kita sudah datang ke kantor tapi kantor Abu Tours tutup. Kami sudah berusaha menunggu dengan itikad baik dari pihak travel, tapi hingga kini tak ada kabar, kami serahkan kepad apihak polisian untuk mengusut," kata Edi Junaidi, seorang jemaah umroh.

Menurut Edi, jemaah sudah berusaha menunggu pihak Abu Tours menyelesaikan masalah ini. Namun penyelesaian itu tak kunjung mereka dapatkan.

Halaman
123
Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved