Banyak Peminat, Bakso "Kuntilanak" Diserbu Warga

Meskipun menyandang nama aneh dan menyeramkan, namun siapa sangka bakso milik Eni Suryani (40) ini banyak penggemar.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Darwin Sepriansyah
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Bakso "Kuntilanak", yang berada di kawasan Graha, Jalan Kolonel H. Burlian Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Kota Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - "Kuntilanak", demikian nama bakso yang berada di kawasan Graha, Jalan Kolonel H. Burlian Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Kota Lahat.

Meskipun menyandang nama aneh dan menyeramkan, namun siapa sangka bakso milik Eni Suryani (40) ini banyak penggemar.

Keanehan nama bakso khas Malang ini rupanya telah menarik minat tersendiri para pencinta bakso di Bumi Seganti Setungguan.

"Ya, sengaja kita pake istilah aneh ini untuk menarik perhatian konsumen," terang Eni.

Diterangkannya lebih lanjut, bakso "Kuntilanak" yang dijualnya tersebut terdiri dari tiga jenis, yakni usia hamil lima bulan, usia hamil tujuh bulan dan usia hamil sembilan bulan.

"Masing-masing jenis tersebut memiliki sajian berbeda, terutama dalam hal ukuran. Semakin besar usia kehamilan, semakin besar pula ukuran baksonya," jelasnya.

Harga? Soal ini, Eni menjamin harga baksonya sangatlah bersahabat. Bakso "Kuntilanak" dijual dari mulai harga Rp.15 ribu sampai Rp.25 ribu, tergantung usia kehamilan atau ukuran baksonya.

"Hamil lima bulan Rp.15 ribu, hamil tujuh bulan Rp.20 ribu, hamil sembilan bulan Rp.25 ribu," rincinya.

Diungkapkannya, selama Bulan Suci Ramadhan beberapa waktu lalu permintaan akan baksonya justru mengalami peningkatan, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa.

Menurutnya, memang sejauh ini prospek usaha bakso di Bumi "Seganti Setungguan" masih sangat terbuka lebar.

"Tinggal pintar-pintar kita bagaimana berkreativitas di tengah menjamurnya usaha bakso sekarang ini,"ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved