Ihsan Ditangkap, Ketua RT Gemetar

Martono gugup. Ia gemetar. Ketua RT 04 RW 15 Waringin Rejo, Grogol, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah tersebut bahkan tidak dapat berkata-kata

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Ihsan Ditangkap, Ketua RT Gemetar
swatt-online.com
Ilustrasi.
SOLO, SRIPO — Martono gugup. Ia gemetar. Ketua RT 04 RW 15 Waringin Rejo, Grogol, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah tersebut bahkan tidak dapat berkata-kata begitu menyaksikan, Ihsan, warganya digiring personel Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dalam kasus dugaan terorisme. Ihsan diciduk tengah malam saat jualan kebab.

Senin (10/12) menjelang pergantian hari, sekitar pukul 23.30 WIB, telepon genggam Martono berdering. Namun, nomor telepon yang muncul di layar ponselnya tidak dikenal.

“Saya angkat, ternyata telepon dari Ihsan. Lalu saya diminta ke luar,” kata Martono kepada wartawan di kediamannya, Selasa (11/12) pagi.

Saat dia ke luar rumah, sebuah mobil Terrios warna perak berhenti tepat di depan rumahnya. Saat pintu mobil dibuka, Martono kaget. Tubuhnya pun gemetar ketika melihat Ihsan digelandang seorang anggota polisi, belakangan diketahui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

“Saya ingin tanya banyak hal ke Ihsan, tapi saya nggak bisa ngomong banyak. Dia gemetaran, saya juga gemetaran,” katanya. Saat digelandang ke luar mobil, Ihsan tidak diborgol.

Kepada Martono, Ihsan si terduga teroris berpesan agar Martono menjualkan gerobak jualan kebab miliknya seharga sekitar Rp 3,5 juta. Ihsan juga meminta maaf kepada Martono dan mengatakan dia bersalah.

“Dia minta maaf dan mengaku bersalah. Dia juga berpesan, kalau ada teman yang mencarinya, saya disuruh bilang ke teman-temannya kalau Ihsan ditangkap polisi,” ujarnya.

Ihsan ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat aksi teror bom di Polsek Pasar Kliwon Solo beberapa waktu lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jogja di lapangan, Ihsan ditangkap Tim Densus 88 pada Senin (10/12) malam sekitar pukul 11.00 WIB. Terduga teroris tersebut ditangkap di perempatan Pabrik Konimex, Cemani, Grogol, Sukoharjo saat berjualan kebab.

Usai ditangkap di tempat ia berjualan, Ihsan meminta kepada petugas Densus 88 untuk mengantarkan dirinya bertemu Martono. Bagi Ihsan, Martono sudah dianggap layaknya orangtua dan dianggap sebagai orang yang dipercayainya.

“Mungkin dia percayanya sama saya, memang saya kenal dekat dengan dia,” kata Martono. (tribun jogja/ade)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved