Duel Panas Duo Kamerun
PELATIH Kas Hartadi pernah berujar bahwa Sriwijaya FC tidak perlu
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
Thierry dianggap sebagai pemecah kebuntuan saat para striker dikawal ketat pemain lawan. Dia, kerap seperti striker, melakukan determinasi untuk memberi assist atau langsung mengeksekusinya.
Pria asal Kamerun yang berpasor Prancis ini, akan bertarung lawan rekannya, Jean Paul Casimir Boumsong yang juga asal Kamerun saat SFC melawan tuan rumah Persiram, di Stadion Wombik, Kamis (17/5).
Pelatih Persiram Rajaampat, Bambang Nurdiansyah menilai, kekuatan Laskar Wong Kito terletak kepada kolektivitas dan penguasaan bola. Namun senjata rahasia lainnya, karena Laskar Wong Kito, memiliki skuad yang lengkap dengan para pemain yang agresif, salah satunya Thierry dianggap paling berbahaya di antara pemain lain. Dia agresif, kerap maju dan pandai mencetak gol.
Total, pada musim ini Thierry yang berposisi sebagai defender itu, sudah mengemas empat gol, yang kesemuanya menjadi penentu setiap pertandingan SFC. Dia pun mengemas lima assist bagi rekan-rekannya.
Sementara dari Persiram, ada striker Jean Boumsong juga patut diwaspadai SFC. Pria asal Kamerun berpostur 185 Cm ini, memiliki kekuatan fisik di atas rata-rata, cepat, dan pandai membuka ruang. Dia kini mengemas 10 gol dengan empat assist.
Dipastikan kedua pemain yang sama-sama memiliki power dan kecepatan sebagai ciri khas pemain asal Kamerun, akan saling jegal dan bertarung.
Pastinya, Thierry harus siap menjaga dan berduel mematikan pemain yang dikenal sangat tajam di areal pertahanan lawan.
“Kami harus mewaspadai Boumsong dan Anderson da Silva, keduanya pemain berbahaya, terutama Boumsong. Thierry akan diberi tugas khusus. Pada pertemuan pertama lalu Thierry bisa menjaganya dengan baik,” jelas Kas.
Namun pria asal Solo ini merasakan, cukup khawatir lantaran Jamie Coyne mengalami cedera. Ia kemudian menyiapkan Ahmad Jufiryanto yang pada pertemuan pertama lalu, saat menjamu Persisam sukses mendampingi Thierry untuk mengamankan areal pertahanan dari serangan para penyerang Persiram, termasuk Bomusong pada laga panas di Jakabaring 13 Juli lalu.
Istirahat Total
Sementara itu, ditenggarai sedikit mengalami kelelahan hebat usai menahan imbang Persidafon Dafonosoro dengan skor 2-2, di Stadion Sentani Jayapura, Senin (14/5), pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi meminta anak asuhnya untuk beristirahat total dan tidak keluyuran malam.
Dia mewanti-wanti Keith Kayamba Gumbs dkk untuk tidak keluar malam atau menggelar acara. Sebab, persoalan fisik dan kebugaran, menjadi pertimbangan Kas Hartadi. Pemain harus bisa menjaga fisiknya, lantaran sudah harus bertarung lagi melawan Persiram Rajaampat, di Stadion Wombik, Kamis (17/5).
“Pemain harus menjaga kondisi fisiknya, hari ini ketika tiba di hotel, saya hanya meminta pemain sedikit fitnes, renang dan sauna. Setelah itu harus istirahat agar bugar,” jelas Kas.
Menurut dia, waktu istirahat selama dua hari itu terasa sangat kurang. Ia menilai jadwal lawatan ke Papua memang sedikit padat, namun dia akan berusaha maksimal agar anak asuhnya tetap enjoy dan menikmati lawatan selama di Papua.
“Pemain menginap di Hotel JE Meridien dan besok pagi kami sudah menja-jal lapangan,” jelas Kas.
(cw2/ndr)