Eddy Turun Pantau Banjir

Banjir akibat hujan mengguyur Kota Palembang mendapat perhatian

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Eddy Turun Pantau Banjir
Sripo/Sts
PINTU AIR — M Azhari, penjaga pintu air, mengontrol mesin pompa air di Simpang Lima Kampus, pasca hujan deras, Selasa (17/4). Tugas ini dilakoninya sejak 2007.
PALEMBANG, SRIPO — Banjir akibat hujan mengguyur Kota Palembang mendapat perhatian serius Walikota Eddy Santana Putra. Saat hujan, Selasa (17/4) siang, Eddy beberapa kali menelepon Kepala Dinas PU Pengairan dan Cipta Karya, Darma Budi, minta laporan ketinggian air Sungai Sekanak dan Sungai Bendung.

Saat itu Sripo sedang mewawancarai Budi di ruang kerjanya sebelum keliling memantau banjir. Ponsel Budi berdering, ternyata ditelepon walikota. Ada tiga kali walikota mengontak Budi mengonfirmasi kondisi terkini dampak hujan.

“Walikota minta data rinci ketinggian air di Sungai Bendungan dan Sekanak,” katanya.
Walikota menindaklanjuti laporan Budi dengan melakukan inspeksi mendadak ke beberapa tempat pengendali banjir, di antaranya di booster simpang lima DPRD Sumsel.

Sidak ini, dilakukan untuk melihat langsung alat tersebut berfungsi dengan baik dan efektif dalam mengendalikan banjir di Kota Palembang di curah hujan tinggi.

“Jika tidak dipompa, maka air akan terus tergenang, jadi harus dipompa agar mengalir ke sungai dan menghindari genangan air,” kata Eddy.

Budi mengatakan, titik banjir terparah saat ini berada di Jl Kapten A Rivai, seputaran kantor Gubernur Sumsel atau Jl F Tendean, Jl Veteran, Jl Jend Sudirman depan IGM dan simpang Polda. Titik ketinggian air capai 10 hingga 20 sentimeter. Kawasan Kambang Iwak Kecik sebelah Masjid Taqwa juga mengalami kondisi serupa.

Budi kemarin memantau ketinggian air di beberapa titik. “Kalau kita lihat simpang lima DPRD Sumsel aman. Kondisi pompa penyedot air rata-rata sudah aktif.

Mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di sekitar perkantoran Pemprov Sumsel, Dinas PU Pengairan dan Cipta Karya, Rabu (18/4) pukul 09.00, akan mengeruk drainase simpang Charitas hingga simpang lima DPRD Sumsel.

Budi minta warga maklum jika selama perbaikan dapat mengganggu lalulintas kendaraan di kawasan itu.

“Akibat perbaikan dikhawatir kondisi macet. Mengantisipasi itu makanya pekerjaan kita pecah dua bagian. Pertama bongkar saluran, angkat sampah lalu dipinggirkan. Di tahap dua baru sampah yang diangkut mobil truk di bagian terpisah,” kata Budi.

Menurut dia, normalisasi dan perbaikan saluran drainase paling tidak mengurangi banjir di beberapa titik karena tingkat sampah dan penyaluran sumbatan sudah parah.

“Intinya pemkot sebisa mungkin berupaya mengurangi banjir. Kami siagakan dua pompa di sana, ternyata tetap saja banjir, makanya normalisasi drainase mungkin bisa mengurangi,” kata Budi.
Menurut dia, selain normalisasi drainase persoalan banjir bisa teratasi dengan penambahan pompa air, terutama di taman ruko Mandiri dan pompa di Jl Veteran. (sta/mg15)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved