Panjat Tebing-Menembak Paling Rawan

Deputi I InaSOC (Indonesia SEA Games ...

Tayang:
Penulis: admin | Editor: Bejoroy
zoom-inlihat foto Panjat Tebing-Menembak Paling Rawan
Sripo/Sts
PANJAT TEBING — Sejumlah pekerja mengelas kerangka Venue Panjat Tebing di Kompleks Jakabaring Sport City Palembang, Senin (19/9).
PALEMBANG, SRIPO —Deputi I InaSOC (Indonesia SEA Games Organizing Comitte) Djoko Pramono mengungkapkan empat venues SEA Games masuk dalam kategori rawan. Bahkan dua cabor wall climbing (panjat tebing) dan shooting (menembak) tergolong paling berbahaya.

“Kalau atletik dan akuatik bisa selesai. Justru yang rawan sekarang adalah wall climbing dan shotting. Tidak ada cara lain Sumsel harus berupaya keras menyelesaikannya,” kata Djoko Pramono di Kantor Dispora Sumsel, Selasa (20/9).

Ketika ditanyakan, apakah ada plan B, Djoko mengatakan hingga saat ini belum ada. Tidak mungkin pula dipindahkan ke Jakarta karena dalam waktu yang semakin mendesak seperti saat ini InaSOC Jakarta tidak akan bersedia. Persoalannya, bukan kepada tempat pelaksanaan namun masalah anggaran.

“Bayangkan saja, ketika cabor sepakbola diserahkan ke Jakarta, reaksinya bukan main. Setelah saya komunikasikan bahwa ini atas nama Indonesia bukan antara Sumsel atau Jakarta, akhirnya Jakarta mau,” jelasnya.

Makanya menurut Djoko, tidak ada istilah menembak dan panjat tebing itu dipindahkan. Jalan satu-satunya, bagaimana Sumsel harus selesai membangun dua venue itu.
Sementara itu, atletik dan akuatik yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan selama ini menjadi sorotan justru bisa diselesaikan tepat waktu. Hasil pantauan terakhir tim deputi I Inasoc pusat, kedua venue itu tidak ada masalah.

“Kalau dua venue itu kami yakin selesai,” jelas Joko.
Pantauan Sripo, untuk venue atletik masih dalam tahap finishing termasuk beberapa lintasan trek lari dan lempar lembing. Namun tribun tambahan kiri kanan itu justru dikhawatirkan tidak selesai karena kerangka dan tulang-tulang pondasi masih terlihat. Di sampingnya, venue akuatik nyaris tidak ada masalah. Pemasangan  baskom baja anti karat sudah rampung sementara pemasangan atap dalam tahap finishing.

Sementara beberapa cabor di belakangnya seperti petanque yang dijadwalkan akan menjalani tes even pada 23 September nanti dikhawatirkan tidak selesai karena masih berupa tanah merah.

Selanjutnya, lintasan sepatu roda pun baru memulai pembangunan, dan belum terlihat bentuknya secara utuh. Beberapa ruas baru dalam tahap pengecoran. Begitu pula venue panjat tebing yang baru memasang kerangka baja dan sama sekali belum memasang trek-trek standar lintasan yang ditetapkan.

Optimis
Meski demikian, Djoko tetap yakin semua venue selesai dan bisa digunakan saat SEA Games pada 11 November nanti. Dalam hitungan secara teknis, semua belum keluar dari perencanaan.

Termasuk venue judo, karate, sepak takraw, paragliding, pencak silat, boling dan lainnya nyaris tidak masalah. Juga fin swiming yang menjalani tes even juga memasuki tahap finishing. Kemudian sofbol dan bisbol, tinju, ski air bisa digunakan saat perhelatan olahraga akbar se-Asia Tenggara itu digelar.

Optimisme juga diungkap Wakil Direktur Inasoc Muddai Madang saat mendampingi Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Sabtu (17/9) lalu. Pihaknya yakin, pengadaan barang, pembangunan venues belum melenceng dari perencanaan.

Sementara itu, persoalan venue billiar yang divonis Ketua KONI Rita Soebowo tidak selesai sudah ada jalan keluarnya. Hasil koordinasi antara panitia Sumsel dan Djoko Pramono memutuskan venue biliar yang baru dibangun di sisi kiri pintu masuk stadion itu dipindahkan ke OPI Center.

“Gedungnya itu, hanya perlu dipoles dan paling penting ditambah lampu. Ketinggian gedung itu mencapai 6,5 meter dan memenuhi standar,” ungkap Djoko.

Sementara lapangan petanque yang diharapkan bisa menggelar tes even tiga hari ke depan menurut Djoko relatif mudah. Lapangan bisa selesai jika dikerjakan dalam tiga hari tiga malam. Pensiunan jenderal marinir bintang dua ini menegaskan, tes even lebih kepada mengetes kesiapan panitia dan tempat pertandingan bukan atlet.

“Kalau petanque tidak ada masalah. Tiga hari tiga malam lapangan selesai kalau tribun. Kan bisa dipasang tenda dulu, yang kita tes bukan atletnya, tetapi panitia dan tempat pertandingan,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator Tes Even Dhennie Zainal mengatakan, beberapa tes even di bulan September positif dilaksanakan seperti Petanque dijadwalkan pada 23 September, namun jadwalnya bersifat tentatif begitu juga tes even biliar segera dilaksanakan di OPI Center.

“Sedangkan cabor lainnya tes even dilaksanakan pada awal hingga pertengahan Oktober,” jelasnya.
(ndr/cw2)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved