Jenderal Garang Penyayang Keluarga

Jenderal Garang Penyayang Keluarga

Komjen Jusuf Mangga Barani

pN/herudin

KOMISARIS Jenderal Polisi Jusuf Mangga Barani nama lengkapnya. Sebagian orang mungkin tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. Senin (4/10, Jusuf Mangga Barani resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Polri mendampingi Kapolri Jenderal polisi Bambang Hendarso Danuri.

 Mantan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) itu naik kelas menggantikan Komisaris Jenderal Makbul Padmanegara yang pensiun 30 Desember lalu.

 Jusuf lahir di Gowa (Makassar), 11 Februari 1953 silam dari pasangan Manggabarani dan Andi Mani Intan. Jusuf merupakan lulusan Akabri tahun 1975. Logat berbicara pria tambun dan gempal ini nyaring dan sangat khas Makasar.

 Jenderal bintang tiga itu diketahui sebagai pribadi yang jarang tersenyum. Raut mukanya selalu serius, datar dan dingin. Ia terkesan garang. Namun jika kita lebih dekat kepadanya, Jusuf tidaklah semengerikan yang dibayangkan orang. Pribadinya justru ramah meladeni awak media yang ingin mendapa pendapat serta pernyataannya.

 Seperti halnya Susno Duadji, Jusuf juga selalu makan masakan sang istri saat bertugas. Jusuf dan istri dikaruniai empat anak, tiga lelaki satu satu perempuan. Anak ketiganya adalah anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror. Satu-satunya anak yang mengikuti jejaknya.

 “Itu anak entah dimana tinggalnya. Dia tidak mau tinggal sama bapaknya. Tidak mau pakai fasilitas bapaknya. Dia pilih tinggal di tempat yang biasa-biasa katanya. Saya tidak tahu dimana dia. Saya tidak tahu kabarnya hari demi hari. Tapi tidak apa-apa, dia kan menjalankan tugas,” cerita Jusuf Manggabarani tentang anak ketiganya itu.

 Anak pertamanya bekerja di maskapai penerbangan. Sementara anak bungsunya masih duduk di bangku sekolah dasar. Menarik, kehadiran anak bungsu di keluarga Jusuf Mangga Barani. Diceritakan, Jusuf dan istrinya kesepian di rumah karena tiga anaknya yang sudah dewasa.

 “Saat itu saya bilang sama istri, kita bikin anak lagi supaya ada teman. Jadi kami bikin anak lagi, walaupun kakak-kakaknya sudah besar. Lahirlah dia, sampai sekarang tidurnya pun sama saya dan istri saya,” kisah Jusuf tentang anak terakhirnya tersebut.

 Jusuf Manggabarani mempunyai tiga cucu dari anak keduanya. Waktu luangnya dihabiskan bersama istri dan anak terakhir dan cucunya. Jusuf memiliki usaha restoran di Makassar, dan usaha peternakan ayam dan perkebunan durian di Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju.

 Ayam yang dikembangkan cukup banyak, di antaranya jenis kalosi, Arab Merah, Kedu Putih, Cemani, Bangka Blitung, Arab Hitam, Bangkok, Mutiara, Plung, Kedu Hitam, Kedu Campuran, Jaya Super, ayam kampung super, Ketaya/kretek, dan kalkum.

 Sementara untuk durian, ada 36 jenis durian ditanam di perkebunannya. Durian tersebut didatangkan dari berbagai negara, seperti Thailand, Mesir, Singapura, Australia, dan beberapa negara lainnya untuk dikembangkan. Jusuf mengalokasikan sekitar 100 hektare lahan untuk kedua usahanya tersebut.

 Polsek ke Mabes Polri.

Karier di kepolisian, Jusuf malang melintang mencicipi pos jabatan penting dari tingkat polsek hingga Mabes Polri. Dia pernah menjabat sebagai Kapolda Sulsel, sebelum akhirnya ditarik ke Mabes Polri akibat insiden bentrokan antara aparat kepolisian dengan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Mei 2004 lalu.

 Ulah aparat Jusuf menyerbu kampus UMI sehingga terjadi bentrok fisik dengan mahasiswa dan menyebabkan dua mahasiswa luka tembak serta 63 lainnya luka dan perusakan gedung kuliah memaksa Kapolri Jenderal Sutanto mengamankannya ke Mabes Polri.

 Pasca pencopotan, Jusuf Manggabarani menjadi Kepala Divisi Bidang Telematika Polri. Tahun 2005 dia diangkat menjadi Kepala Divisi Propam Polri. Kasus 15 rekening polisi yang tak wajar kala itu menjadi ujian pertamanya sebagi Kadiv Propam Polri.

 Setelah menjabat sebagai Kadiv Propam, karier Jusuf terus menanjak. Pria berjuluk “Big Mango” itu kemudian didapuk menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.

 Kasus meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Aziz Angkat karena kelalaian Inspektur Jenderal Nanan Sukarna, merupakan satu dari beberapa kasus yang ditanganinya saat menjadi Irwasum. Kasus lain yang tak kalah menghebohkan adalah penyalahgunaan wewenang, kode etik, disiplin dan pidana yang diduga dilakukan mantan Kabareskrim, Komjen Susno Duadji terhadap pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto, beberapa waktu lalu.

 Kini, Jusuf Manggabarani menjadi Wakil Kepala Polri. Pria yang sempat digadang-gadang menjadi pengganti Bambang Hendarso Danuri itu akan memulai baktinya sebagai orang nomor dua di tubuh Polri. Jusuf Manggabarani masih dipercaya mengemban jabatan strategis lainnya yakni Ketua Umum PB Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia). (Persda Network/Roy/berbagai sumber)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved