Karhutla di Sumsel
Belum Terpantau Titik Api, Kabupaten Banyuasin Tetap Siaga Dini Penanganan Karhutbunla
Langkah antisipasi ini ditandai dengan digelarnya Apel Gabungan Pasukan dan Simulasi Penanganan Karhutbunla
Penulis: Ardiansyah | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman Karhutbunla
- Langkah antisipasi ini ditandai dengan digelarnya Apel Gabungan Pasukan dan Simulasi Penanganan Karhutbunla di Kabupaten Banyuasin
- Meski hingga saat ini belum terpantau adanya titik api (hotspot), kesiapsiagaan sejak dini dinilai krusial guna mencegah meluasnya kebakaran lahan
SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Pemerintah Kabupaten Banyuasin bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ancaman Bencana Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutbunla).
Langkah antisipasi ini ditandai dengan digelarnya Apel Gabungan Pasukan dan Simulasi Penanganan Karhutbunla di Kabupaten Banyuasin pada Rabu (17/6/2026).
Meski hingga saat ini belum terpantau adanya titik api (hotspot), kesiapsiagaan sejak dini dinilai krusial guna mencegah meluasnya kebakaran lahan yang kerap sulit dikendalikan saat memasuki puncak musim kemarau.
Dalam apel siaga tersebut, tim gabungan juga langsung menggelar simulasi taktis pemadaman api, mulai dari deteksi patroli, penanganan awal menggunakan alat pemadam jinjing, hingga pengerahan tim besar dengan cairan khusus.
Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, menyatakan bahwa persiapan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memetakan dan mengantisipasi kerawanan karhutbunla.
Ia berharap capaian tahun 2025 lalu, di mana wilayah Banyuasin relatif minim titik api, dapat kembali dipertahankan tahun ini.
"Saya berharap semua komponen mulai dari pemerintah hingga masyarakat bisa ikut berperan dalam penanganan sejak dini. Jangan acuh dan tidak peduli, karena kalau (api) sudah membesar akan sulit dipadamkan," ujar Askolani usai meninjau apel pasukan, Rabu (17/6/2026).
Kewaspadaan ini ditingkatkan menyusul adanya informasi dan peringatan dari BMKG Sumatera Selatan mengenai potensi terjadinya musim kemarau panjang pada tahun ini.
Sebagai langkah taktis lapangan, Pemkab Banyuasin telah mendirikan tiga posko induk yang tersebar di wilayah strategis, yakni Posko Banyuasin I, Banyuasin II, dan Banyuasin III.
Di akhir penyampaiannya, Askolani juga memberikan imbauan tegas kepada para pemilik konsesi perkebunan maupun masyarakat lokal untuk tidak menggunakan metode membakar saat membuka atau membersihkan lahan pertanian.
"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar hanya untuk membuka lahan. Mudah-mudahan dengan kesiapan posko dan patroli gabungan ini, wilayah Banyuasin bisa bebas dari ancaman karhutbunla," pungkasnya.
| 399 Hotspot Terdeteksi di Sumsel Selama 1-13 Juni 2026, Muara Enim Terbanyak |
|
|---|
| Antisipasi El Nino 'Godzilla', BPBD Petakan 6 Kecamatan Rawan Karhutla di Musi Rawas |
|
|---|
| Kemarau Mulai Melanda, BPBD Muba Gencarkan Patroli Antisipasi Karhutla |
|
|---|
| Karhutla di Sumsel Capai 182,54 Hektare Selama Januari-April 2026, Muratara Terluas |
|
|---|
| Antisipasi Karhutla, Kapolsek Rambutan Cek Kesiapan Peralatan Pemadam di Perusahaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/karhutlah-bun-siaga-banyuasin.jpg)