Karhutla di Sumsel
Kemarau Mulai Melanda, BPBD Muba Gencarkan Patroli Antisipasi Karhutla
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini dioptimalkan melalui patroli darat secara rutin dan pemantauan udara
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Mengantisipasi dampak musim kemarau dan cuaca panas yang mulai melanda sejumlah wilayah di Muba, BPBD mulai gencar melakukan patroli.
- Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini dioptimalkan melalui patroli darat secara rutin dan pemantauan udara menggunakan helikopter.
- Patroli udara intensif ini dilakukan bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) guna mendeteksi secara dini kemunculan titik panas (hotspot).
SRIPOKU.COM, SEKAYU — Mengantisipasi dampak musim kemarau dan cuaca panas yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba memperketat pengawasan.
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini dioptimalkan melalui patroli darat secara rutin dan pemantauan udara menggunakan helikopter.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, menyatakan bahwa patroli udara intensif ini dilakukan bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) guna mendeteksi secara dini kemunculan titik panas (hotspot).
"Patroli rutin terus dilakukan untuk mengecek kondisi lapangan sekaligus memastikan titik hotspot yang terpantau tidak berkembang menjadi karhutla. Dari udara, BPBD Provinsi Sumsel juga melakukan patroli, jadi tidak heran dalam beberapa hari terakhir banyak helikopter di atas langit Muba," ujar Marko, Jumat (29/5/2026).
Lanjut Marko, dari hasil pemantauan sementara, kondisi di wilayah Kabupaten Muba masih aman dan terkendali. Meski demikian, seluruh pihak tetap diminta waspada mengingat cuaca panas berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
"Kami terus melakukan pemantauan bersama tim di lapangan. Sejauh ini kondisi Muba masih aman, namun masyarakat tetap diminta berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan,"tambahnya.
Patroli rutin melaksanakan patroli darat dan ground check pada sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya karhutla.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap aman sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran,"ujarnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang meluas, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
"Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum,"imbaunya
| Karhutla di Sumsel Capai 182,54 Hektare Selama Januari-April 2026, Muratara Terluas |
|
|---|
| Antisipasi Karhutla, Kapolsek Rambutan Cek Kesiapan Peralatan Pemadam di Perusahaan |
|
|---|
| 3 Kabupaten di Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla Hadapi Musim Kemarau |
|
|---|
| Jelang Kemarau, Ogan Ilir Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap |
|
|---|
| Antisipasi Kemarau Panjang 2026, BPBD Sumsel Gelar Apel Siaga Karhutla 22 April Mendatang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/karhutla-muba-2026-kemarau.jpg)