Karhutla di Sumsel

Karhutla di Sumsel Capai 182,54 Hektare Selama Januari-April 2026, Muratara Terluas

Berdasarkan data rekapitulasi sementara, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yandi Triansyah
Dok. BPBD OI
KABUT ASAP - Kabut asap akibat kebakaran lahan tak jauh dari ruas Tol Palindra, Minggu (13/7/2025) petang. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Foto : BPBD Ogan Ilir. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang periode Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 182,54 hektare. 
  • Berdasarkan data rekapitulasi sementara, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan dampak kebakaran terluas, yakni mencapai 53,2 hektare.
  • Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil analisa citra satelit yang dihimpun bersama oleh Kementerian Kehutanan, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup melalui sistem Sipongi.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang periode Januari hingga April 2026 tercatat mencapai 182,54 hektare. 

Berdasarkan data rekapitulasi sementara, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan dampak kebakaran terluas, yakni mencapai 53,2 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan hasil analisa citra satelit yang dihimpun bersama oleh Kementerian Kehutanan, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup melalui sistem Sipongi.

"Luas karhutla pada Januari-April 2026 di Sumsel mencapai 182,54 hektare. Dari delapan daerah yang terdampak, wilayah terluas terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara," ujar Ferdian, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, terdapat delapan daerah di Sumsel yang mengalami karhutla sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Wilayah terluas terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dengan total 53,2 hektare lahan terbakar.

Selanjutnya, kebakaran lahan juga terjadi di Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, Lahat 6 hektare dan OKU Selatan 1,4 hektare.

Menurut Ferdian, lahan yang terbakar didominasi tanah mineral dengan luas mencapai 181,4 hektare, sedangkan lahan gambut tercatat 1,1 hektare yang berada di wilayah Muba.

“Lahan yang terbakar didominasi tanah mineral seluas 181,4 hektare dan gambut 1,1 hektare. Luasan karhutla di lahan gambut itu terjadi di Muba,” ujarnya.

Ferdian menambahkan, luas karhutla pada Januari-April 2026 lebih tinggi dibandingkan dua tahun terakhir. Pada periode yang sama tahun 2024, luas karhutla tercatat 144,2 hektare, sedangkan pada 2025 hanya mencapai 5 hektare.

Meski demikian, angka karhutla tahun ini masih lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 485,1 hektare dan 2023 sebesar 995,3 hektare.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved