Berita Lubuk Linggau

Pertamax Naik Drastis, Warga Lubuk Linggau: Ini Bukan Naik, Tapi Ganti Harga Bikin Pening!

Kenaikan harga Pertamax per Rabu (10/6/2026) dikeluhkan para pemilik kendaraan di Kota Lubuklinggau karena dinilai terlalu membebani kantong.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Eko Hepronis
ANTREAN PERTALITE - Suasana antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular di jalur pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Megang, Kota Lubuklinggau, Rabu (10/6/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan drastis harga Pertamax per Rabu (10/6/2026) dikeluhkan para pemilik kendaraan di Kota Lubuklinggau karena dinilai terlalu membebani kantong.
  • Imbas penyesuaian harga nonsubsidi tersebut, antrean Pertamax di SPBU Megang Lubuklinggau menurun drastis, sementara lajur Pertalite terpantau semakin mengular.
  • Manajemen SPBU Megang menyebut pasokan Pertalite masih aman di angka 16 KL per minggu dan gencar melakukan edukasi harga baru kepada konsumen yang hendak mengisi BBM.

Baca juga: Bikin Dompet Menjerit! Harga Pertamax di Sumsel Tembus Rp16.650 Per Liter

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Gelombang penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax per Rabu (10/6/2026) seketika memicu respons emosional dari para pemilik kendaraan di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kenaikan harga yang dinilai terlampau signifikan tersebut membuat sebagian besar konsumen setia Pertamax kaget dan merasa terbebani.

Saking drastisnya lompatan harga baru yang ditetapkan Pertamina, sejumlah warga bahkan berseloroh bahwa kebijakan ini bukan lagi sekadar kenaikan harga reguler, melainkan sudah berganti harga.

Rudi (38), salah seorang pemilik mobil pribadi di Lubuklinggau, mengaku terkejut bukan main saat mendapati angka di mesin dispenser SPBU sudah berubah total ketika ia hendak mengisi bahan bakar pada Rabu pagi.

"Ini sih bukan mengalami kenaikan lagi, tapi sudah berubah harga alias ganti harga. Bahasa daerahnya, langsung bikin pening (pusing) kepala," ujar Rudi saat dibincangi wartawan Sripoku.com, Rabu (10/6/2026).

Rudi mengaku posisinya kini sangat dilematis. Sebagai pemilik mobil dengan kapasitas mesin besar yakni 2.500 CC, kendaraannya mutlak membutuhkan asupan BBM dengan oktan tinggi seperti Pertamax agar performa mesin tetap terjaga.

"Mobil saya dari awal beli selalu diisi Pertamax. Kalau dipaksa turun pakai Pertalite, tarikan mesinnya jadi sangat berat, mesin cepat panas, dan tenaganya loyo. Malahan hitungannya jadi lebih boros. Tapi dengan harga baru sekarang, pengeluaran bulanan jelas membengkak," keluhnya.

Guna menyiasati kondisi tersebut agar tidak menguras isi dompet, Rudi mengaku terpaksa akan lebih selektif dan membatasi mobilitas menggunakan mobil pribadinya.

"Ke depan, kalau tidak ada urusan yang benar-benar penting atau mendesak, mobil dikandangin saja. Saya pilih keluar pakai sepeda motor agar lebih hemat," cetusnya.

Konsumen Pertamax Merosot

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan di SPBU Megang Kota Lubuklinggau, dampak kenaikan harga ini langsung mengubah lanskap antrean.

Jalur pengisian Pertamax yang biasanya cukup ramai oleh pengendara mobil mewah dan warga yang sedang terburu-buru, kini mendadak lengang dan menurun drastis.

Sebaliknya, lajur pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite justru tampak semakin padat dan didominasi oleh antrean mengular dari warga yang sengaja singgah demi mendapatkan bahan bakar yang lebih ekonomis.

SPBU Edukasi Konsumen Soal Tarif Baru

Pengawas SPBU Megang Lubuklinggau, Robi Zitniilma, tidak menampik adanya efek kejut yang dirasakan oleh para konsumen di hari pertama pemberlakuan harga baru Pertamax ini.

Bahkan, pihak manajemen SPBU pun mengaku cukup kaget dengan nominal kenaikan yang diputuskan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved