Penemuan Mayat di Sungai Enim

Pengakuan MAP Bunuh Mantan Pacar Secara Sadis di Muara Enim, Sempat Berharap Korban Hanya Pingsan

Sempat berharap korban cuma pingsan, pelaku nekat bakar jasad mantan pacar hingga tangan melepuh & berdoa meminta hujan agar mayat naik ke sungai.

Tayang:
Penulis: Siti Umnah | Editor: Odi Aria
Handout
PENEMUAN MAYAT- Warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Enim, Rabu (27/5/2026) sore. Pengakuan tersangka MAP mengungkap kepanikan yang dialaminya setelah menghabisi nyawa mantan kekasihnya. MAP mengaku sempat tidak percaya korban telah meninggal dunia usai dirinya mencekik dan membekap wanita tersebut di kamar nomor 19 sebuah hotel. 

Ringkasan Berita:
  • Pengakuan tersangka MAP mengungkap kepanikan luar biasa setelah mencekik mantan kekasihnya hingga tewas di kamar hotel Muara Enim
  • Ia sempat berharap korban hanya pingsan, namun akhirnya nekat membakar jasad yang gagal habis terbakar hingga tangannya sendiri melepuh. 
  • Dalam keputusasaan, MAP bahkan berdoa agar hujan turun supaya jasad hanyut ke sungai, sebelum akhirnya ditemukan warga dan polisi.

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Pengakuan tersangka MAP mengungkap kepanikan yang dialaminya setelah menghabisi nyawa mantan kekasihnya di sebuah kamar hotel di Muara Enim.

Di hadapan penyidik, MAP mengaku sempat tidak percaya korban telah meninggal dunia usai dirinya mencekik dan membekap wanita tersebut di kamar nomor 19 sebuah hotel.

Bahkan, setelah emosinya mereda, ia mengaku hanya bisa terduduk di atas kasur sambil menatap jasad korban yang sudah tidak bergerak.

“Setelah korban meregang nyawa, saya sempat duduk di kasur. Saya lihat korban dan berharap dia hanya pingsan,” ujar MAP dalam pengakuannya kepada penyidik.

Untuk memastikan kondisi korban, MAP mengaku sempat memeriksa denyut nadi korban dengan mengangkat tangannya. Namun, saat itu ia menyadari korban sudah meninggal dunia.

Meski demikian, tersangka masih menyimpan harapan bahwa korban belum benar-benar meninggal. Sebelum meninggalkan hotel, ia menutupi tubuh korban menggunakan seprei dan mengunci kamar dari luar.

Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, MAP kembali mendatangi hotel tersebut.

Ia mengaku datang karena masih berharap korban hanya pingsan atau berpura-pura mati.

Namun saat kembali masuk ke kamar, korban tetap dalam kondisi tidak bernyawa.

“Harapan saya dia masih hidup. Tapi ternyata memang sudah meninggal dunia,” katanya.

Kepanikan pun mulai menguasai pikirannya. MAP kemudian memikirkan berbagai cara untuk menghilangkan jejak kejahatan yang telah dilakukannya.

Ia sempat mempertimbangkan membuang jasad korban ke laut, namun akhirnya memilih membakar jasad tersebut.

Upaya itu ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Api yang dinyalakannya tidak mampu menghanguskan seluruh tubuh korban.

Setelah menunggu cukup lama, api justru padam lebih dahulu sementara sebagian jasad masih belum terbakar sempurna.

“Saya tunggu sekitar satu jam, tapi apinya mati duluan,” ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved