Berita Lubuklinggau

Harga Cabai di Lubuklinggau Melambung Usai Idul Adha, Merah Keriting Capai Rp90 Ribu per Kilogram

Melonjaknya harga cabai dipengaruhi terbatasnya stok di pasaran serta berakhirnya masa panen di sejumlah daerah pemasok.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Eko Hepronis
HARGA CABAI MERAH : Suasan pedagang cabai di Pasar Inpres Lubuklinggau, Jumat (29/5/2026). Minimnya stok menjadi penyebab utama harga cabai terus naik dalam beberapa hari terakhir. 

Ringkasan Berita:
  • Harga cabai merah keriting di Lubuklinggau naik hingga Rp90 ribu per kilogram pasca Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Kenaikan harga dipicu terbatasnya stok, gudang pemasok yang belum beroperasi normal, serta petani yang belum kembali ke kebun usai lebaran.
  • Disdagrin Lubuklinggau menyebut cuaca dan terbatasnya pasokan menjadi faktor utama kenaikan harga bahan pokok.

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Pasca Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga cabai merah keriting di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai setan yang kini dijual Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp60 ribu per kilogram.

Melonjaknya harga cabai dipengaruhi terbatasnya stok di pasaran serta berakhirnya masa panen di sejumlah daerah pemasok.

Fran, salah seorang pedagang cabai di Pasar Inpres Lubuklinggau, mengatakan minimnya stok menjadi penyebab utama harga cabai terus naik dalam beberapa hari terakhir.

“Stok sekarang sedikit karena gudang masih tutup,” ujar Fran, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, pasokan cabai yang dijual di pasar berasal dari Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Namun saat ini distribusi belum kembali normal karena sebagian petani belum mulai turun ke kebun usai libur lebaran.

“Kami ambil langsung dari Curup. Stok sekarang memang sedikit karena petani ada yang belum ke kebun,” katanya.

Menurut Fran, harga cabai diperkirakan masih akan bertahan tinggi hingga beberapa hari ke depan sampai pasokan kembali normal.

Meski harga sedang tinggi, pedagang mengaku tidak berani menyimpan stok dalam jumlah besar karena cabai mudah rusak, terutama saat musim penghujan.

“Kalau tidak laku sehari saja, banyak yang harus dibuang. Cabai musim hujan paling lama bertahan tiga hari,” ungkapnya.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih di pasaran masing-masing berada di angka Rp50 ribu per kilogram.

Untuk komoditas lain, harga ayam potong masih stabil di kisaran Rp36 ribu per kilogram, sedangkan harga telur mencapai Rp50 ribu per karpet.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Meidhioline, mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok terjadi karena pasokan yang masih terbatas pasca lebaran.

“Yang masih tinggi cabai karena memang sangat terganggu oleh cuaca, ditambah habis lebaran,” katanya.

Ia menambahkan, harga bawang merah dan bawang putih juga masih tinggi karena pasokan berasal dari luar daerah seperti Padang dan Brebes, Jawa Tengah.

“Secara umum harga masih cukup stabil walaupun ada kenaikan setelah lebaran,” pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved