Bus Terbakar di Muratara

Lolos dari Kecelakaan Maut di Muratara, Kondisi Kernet Bus ALS Mulai Membaik dan Trauma Berkurang

Kondisi Muhamad Fadli (29), kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) 346 yang menjadi salah satu saksi kunci kecelakaan

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Facebook
MULAI MEMBAIK - Kernet Bus ALS 346, Muhamad Fadli (29) yang sempat trauma mendalam setelah kecelakaan maut di Jalinsum wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel) kini mulai ceria. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi Muhamad Fadli (29), kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) 346 yang menjadi salah satu saksi kunci kecelakaan mulai membaik.
  • Trauma mendalam yang sempat dialaminya pasca-insiden yang menewaskan 18 orang tersebut perlahan mulai berkurang.
  • Didampingi kerabatnya, Parlindungan Lubis, Fadli tampak lebih segar dan rapi setelah mencukur rambutnya. 

SRIPOKU.COM, MURATARA — Kondisi Muhamad Fadli (29), kernet Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) 346 yang menjadi salah satu saksi kunci kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kini dilaporkan mulai membaik. 

Trauma mendalam yang sempat dialaminya pasca-insiden yang menewaskan 18 orang tersebut perlahan mulai berkurang.

Saat ini, warga Sibolga, Sumatera Utara tersebut berada di Loket ALS Singkut untuk menunggu jalannya proses hukum. 

Didampingi kerabatnya, Parlindungan Lubis, Fadli tampak lebih segar dan rapi setelah mencukur rambutnya. 

Baca juga: Pasca Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Polisi Lakukan Ramp Check Mobil Tangki Milik PT SRMD

Ia juga menerima bantuan pakaian dari pemilik loket setempat.

"Setelah seluruh proses hukum ini selesai, saya berencana pulang ke Tangerang, Banten untuk beristirahat dan menemui calon istri. Ada rencana untuk menikah," ujar Fadli, Kamis (14/5/2026).

Fadli mengaku sempat berniat berhenti menjadi kernet akibat trauma berat. 

Ia menyaksikan langsung detik-detik tabrakan hebat antara bus yang ditumpanginya dengan truk tangki BBM milik PT Seleraya. 

Saat kejadian, mayoritas penumpang sedang tidur lelap dan bermain ponsel.

Ia berhasil menyelamatkan diri dengan melompat keluar, sementara dua penumpang lain, Ngadiono dan Jumiatun, berhasil keluar melalui jendela depan yang pecah.

"Sopir pingsan dan langsung terbakar. Saya melihat langsung kedua penumpang itu keluar lewat jendela, bahkan baju penumpang perempuan (Jumiatun) sempat terbakar," kenang Fadli.

Berdasarkan kesaksian Fadli, Bus ALS 346 tersebut berangkat dari Pati, Jawa Tengah. 

Sebelum kecelakaan terjadi, bus sempat mengalami kendala air radiator kering di Simpang Mio, Lahat, serta melakukan bongkar muat barang di Lubuklinggau.

Fadli juga membeberkan bahwa armada Bus ALS yang mengalami kecelakaan tersebut sebenarnya sudah mendekati masa akhir operasionalnya setelah 24 tahun melayani rute Jawa-Sumatera.

"Bus itu rencananya habis masa layak pakainya pada Oktober 2026 nanti, dan memang ada rencana peremajaan dari perusahaan," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved