Berita OKI

Jelang Iduladha 1447 H, Stok Hewan Kurban di OKI Melimpah dan Terjamin Kesehatannya

Disbunnak OKI memastikan stok hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, domba) melimpah untuk kebutuhan Iduladha 1447 H pada akhir Mei 2026.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
STOK HEWAN KURBAN - Stok hewan kurban di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipastikan aman terkendali menjelang hari raya Idul Adha 1447 Hijriyah yang akan berlangsung 27 Mei 2026 mendatang. 

 

Ringkasan Berita:
  • Disbunnak OKI memastikan stok hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, domba) melimpah untuk kebutuhan Iduladha 1447 H pada akhir Mei 2026.
  • Petugas menerjunkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dua tahap guna menjamin hewan bebas penyakit dan sesuai syariat Islam.
  • Pengawasan difokuskan pada ciri fisik hewan sehat (mata jernih, lincah, tidak cacat) agar daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan aman.

Baca juga: Pembunuhan Anti Puspitasari di Hotel Lendosis Palembang: Terdakwa Febrianto Dituntut Pidana Mati

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan data terbaru, ribuan ekor hewan ternak telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ibadah kurban masyarakat pada 27 Mei 2026 mendatang.

Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI mencatat stok hewan kurban terdiri dari 2.802 ekor sapi, 7.433 ekor kambing, 612 ekor kerbau, dan 1.132 ekor domba.

Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten OKI.

Kepala Disbunnak OKI, Dedy Kurniawan, melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto, meminta masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok di pasaran.

"Ketersediaan hewan kurban tahun ini sangat melimpah. Fokus kami sekarang adalah memastikan kelayakan konsumsinya," ujar Sadi, Minggu (3/5/2026).

Selain kuantitas, Pemkab OKI juga memperketat pengawasan kesehatan hewan.

Tim khusus diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan di kandang peternak sebelum dijual dan pemeriksaan saat hewan sudah berada di lapak pedagang.

"Kami tidak main-main dalam mengawasi kelayakan hewan kurban. Pemeriksaan ketat ini penting untuk menjamin hewan benar-benar bebas penyakit, layak konsumsi, dan memenuhi syariat Islam," tegas Sadi.

Petugas di lapangan akan memantau ciri fisik hewan sehat, seperti mata yang jernih, bulu bersih dan mengkilap, lincah, nafsu makan baik, serta tubuh yang proporsional tanpa cacat.

Melalui pengawasan ini, diharapkan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang berkualitas dan aman bagi kesehatan.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Pria Paruh Baya di Indralaya Utara Akhiri Hidupnya di Sebuah Pohon, Diduga Alami Depresi

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved