Breaking News

Berita Banyuasin

Kasus Campak di Banyuasin Sumsel Meningkat, 137 Warga Suspek dan 18 Positif

jumlah warga yang terindikasi atau suspek campak meningkat tajam menjadi 137 orang, dengan 18 di antaranya telah dinyatakan positif.

Penulis: Ardiansyah | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Ardiansyah
CEK KONDISI PASIEN : Perawat RSUD Banyuasin ketika melakukan pengecekan kondisi pasien yang diduga suspek terkena campak saat menjalani perawatan di RSUD Banyuasin, Selasa (14/4/2026). Dari data yang ada sebanyak 18 orang dinyatakan positif terkena campak. 
Ringkasan Berita:
  • Kasus campak di Banyuasin melonjak, dengan 137 suspek dan 18 positif.
  • Mayoritas penderita adalah anak-anak dan balita yang belum mendapat imunisasi.
  • Dinkes lakukan imunisasi massal, pemantauan, dan siapkan ruang isolasi di rumah sakit.

SRIPOKU.COM, BANYUASIN — Lonjakan kasus campak di wilayah Banyuasin menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat.

Hingga pertengahan April 2026, jumlah warga yang terindikasi atau suspek campak meningkat tajam menjadi 137 orang, dengan 18 di antaranya telah dinyatakan positif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banyuasin, Eni Diana, mengatakan mayoritas kasus terjadi pada anak-anak dan balita.

“Dari 137 yang suspek, 18 orang dinyatakan positif campak. Kami telah mengambil langkah untuk menekan angka peningkatan dengan menerjunkan tim medis melakukan imunisasi, terutama pada anak-anak dan balita,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, hasil penelusuran menunjukkan sebagian besar penderita belum mendapatkan imunisasi campak, sehingga rentan terinfeksi.

Oleh karena itu, Dinkes menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan seperti posyandu, pustu, dan puskesmas untuk mengintensifkan sosialisasi serta pelaksanaan imunisasi.

Selain itu, Dinkes Banyuasin juga telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk menyiapkan ruang isolasi bagi pasien suspek campak.

“Kami juga menerjunkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan serta edukasi kepada masyarakat,” tambah Eni.

Sementara itu, Direktur RSUD Banyuasin, Ari Pauta, membenarkan bahwa saat ini terdapat dua pasien yang tengah menjalani perawatan karena suspek campak.

“Untuk memastikan positif atau tidak masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Saat ini kedua pasien masih dirawat,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk segera melakukan imunisasi serta menjaga daya tahan tubuh guna mencegah penyebaran penyakit.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved