Berita Prabumulih
Prabumulih Masuk Peringkat 4 Kasus Campak di Sumsel, Dinkes Gencarkan Imunisasi Balita
Kepala Dinkes Kota Prabumulih, Djoko Listyano, S.K.M., M.Si. menegaskan, agar orang tua tidak ragu memberikan vaksin kepada buah hatinya.
Penulis: Edison Bastari | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Prabumulih masuk 4 besar kasus campak di Sumsel dan ditetapkan sebagai status KLB bersama Palembang, Banyuasin, serta Muratara.
- Tercatat 17 kasus positif campak, namun seluruh pasien telah dinyatakan sembuh total setelah mendapat perawatan intensif.
- Lebih dari 2.000 balita telah divaksinasi. Dinkes fokus mengedukasi warga yang masih menolak imunisasi demi mencegah penyebaran virus lebih luas.
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih mengimbau masyarakat yang memiliki anak bawah lima tahun (balita) untuk rutin melakukan imunisasi. Langkah ini krusial guna melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk campak yang saat ini tengah menjadi perhatian di Sumatera Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih, Djoko Listyano, S.K.M., M.Si., menegaskan agar orang tua tidak ragu memberikan vaksin kepada buah hatinya.
"Kami imbau masyarakat jangan takut. Vaksinasi ini bertujuan melindungi tumbuh kembang anak hingga usia lima tahun," ujar Djoko saat diwawancarai wartawan, Minggu (5/4/2026).
Status KLB dan Capaian Vaksinasi
Imbauan ini dikeluarkan menyusul penetapan Kota Prabumulih sebagai salah satu dari empat daerah di Sumatera Selatan yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak, bersama Palembang, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Prabumulih saat ini menempati peringkat keempat kasus tertinggi di tingkat provinsi.
Meski demikian, Djoko memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan maksimal.
Dari total sekitar 3.000 balita di Prabumulih, sebanyak 2.000 lebih anak telah mendapatkan vaksinasi sebagai langkah antisipasi.
"Kasus campak saat ini sudah terkendali di angka 17 kasus. Tidak ada penambahan lagi karena 17 pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh setelah mendapatkan penanganan medis yang efektif," jelasnya.
Kendala Penolakan Vaksin
Pihak Dinkes sebelumnya telah mengirimkan 28 sampel untuk diperiksa secara laboratorium, di mana 17 di antaranya terkonfirmasi positif.
Menanggapi hal itu, petugas kesehatan langsung melakukan kunjungan rumah (home visit) guna memastikan pasien mendapatkan perawatan hingga pulih dan tidak menularkan virus ke balita lain.
Djoko mengakui bahwa kendala utama di lapangan adalah masih adanya penolakan dari sebagian orang tua yang meragukan keamanan vaksin.
| Polres Prabumulih Pastikan Penanganan Kasus KDRT Isnaini Berjalan Profesional |
|
|---|
| Seorang Perempuan Tewas Ditabrak Kereta Api Babaranjang di Prabumulih, Polisi Sebut Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Pria Jagoan di Prabumulih Ini Buang Kotak Rokok Saat Lihat Polisi, Ternyata Isi Narkoba Sabu-sabu |
|
|---|
| Tabrakan Beruntun 3 Kendaraan TKP Depan Mapolres Prabumulih, Ada Truk Kontainer, 3 Orang Luka-luka |
|
|---|
| Bandit Jambret Asal Prabumulih Ini Kabur ke Malaysia Selama 4 Tahun, Pulang Kampung Dikepung Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Kadinkes-Kota-Prabumulih-Djoko.jpg)