Berita OKU

Teror Macan Tutul di Baturaja, Belasan Ayam Milik Warga Kemiling Mati Saat Ditinggal Mudik

Warga kawasan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, digegerkan dengan dugaan masuknya

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Yandi Triansyah
Gemini AI
INFOGRAFIS - Warga kawasan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, digegerkan dengan dugaan masuknya hewan buas jenis macan tutul ke pemukiman penduduk. Akibat insiden ini, sedikitnya 11 ekor ayam milik seorang warga ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan, Selasa (24/3/2026) pagi. 
Ringkasan Berita:
  • Warga kawasan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, digegerkan dengan dugaan masuknya hewan buas jenis macan tutul.
  • 11 ekor ayam milik seorang warga ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan
  • Kejadian ini baru diketahui saat Bana pulang dari mudik lebaran di Batumarta untuk mengecek kondisi rumahnya yang sedang kosong.

 

SRIPOKU.COM, BATURAJA – Warga kawasan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, digegerkan dengan dugaan masuknya hewan buas jenis macan tutul ke pemukiman penduduk. 

Akibat insiden ini, sedikitnya 11 ekor ayam milik seorang warga ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan, Selasa (24/3/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menimpa Sutarno alias Bana, seorang Guru PNS yang tinggal di Jalan HM Muslimi, RT 05. 

Kejadian ini baru diketahui saat Bana pulang dari mudik lebaran di Batumarta untuk mengecek kondisi rumahnya yang sedang kosong.

"Tadi pagi saya cek, betapa kagetnya menemukan 11 ekor ayam kampung saya sudah mati tercabik-cabik dan bergelimpangan di pekarangan. Uniknya, ayam-ayam itu tidak dimakan, hanya dibantai," ujar Bana kepada Sripoku.com.

Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian, ditemukan banyak jejak kaki binatang buas yang menyerupai macan tutul di sekitar kandang yang rusak. 

Bana menduga hewan predator yang masuk ke pekarangan rumahnya berjumlah lebih dari satu ekor, kemungkinan induk bersama anaknya.

"Kalau melihat jejaknya, diperkirakan kejadiannya tadi pagi. Jejak kaki yang tertinggal cukup banyak dan ukurannya berbeda-beda, sepertinya lebih dari satu ekor," tambah Bana.

Kondisi rumah Bana memang tergolong sepi dengan jarak antar tetangga terdekat mencapai 200 meter, sehingga memudahkan hewan liar dari hutan sekitar masuk tanpa terdeteksi warga.

Beruntung, saat kejadian berlangsung, seluruh anggota keluarga Bana sedang berada di Batumarta untuk merayakan Idulfitri 1447 H, sehingga tidak ada kontak langsung antara penghuni rumah dengan hewan buas tersebut. 

Meski mengalami kerugian materiil berupa belasan ekor ayam dewasa hingga anak ayam, Bana mengaku tetap waspada.

"Saya bersyukur keluarga sedang tidak di rumah saat teror itu terjadi. Sekarang langkah kami adalah berjaga-jaga, salah satunya dengan membuat api unggun dan pengasapan di sekitar rumah agar hewan buas tersebut tidak kembali lagi," ungkapnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved