Pondasi Pembangunan Jembatan Lalan Disenggol Tugboat, Dishub Muba Terjunkan Tim

Tongkang Pacific Star 8703 yang ditarik tugboat Marina 2241 menyenggol pondasi Jembatan Lalan.

Tayang:
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/istimewa
JEMBATAN LALAN - Tongkang Pacific Star 8703 yang ditarik tugboat Marina 2241 saat melintas di sekitar pembangunan Jembatan Lalan Selasa (13/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Transportasi air tersebut menabrak struktur tiang shoring dan fender. 
Ringkasan Berita:
  • Tongkang Pacific Star 8703 yang ditarik tugboat Marina 2241 menyenggol tiang shoring dan fender Jembatan Lalan di Sekayu pada 13 Mei 2026 pukul 10.00 WIB.
  • Akibat tabrakan, tiang fender roboh dan pondasi pembangunan jembatan ikut tertabrak.
  • Warga sekitar menyayangkan insiden yang terus terulang dan khawatir keselamatan jembatan jika sudah jadi.

 

SRIPOKU.COM, SEKAYU — Tongkang Pacific Star 8703 yang ditarik tugboat Marina 2241 menyenggol tiang shoring serta bagian fender Jembatan Lalan, Selasa (13/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.  

Peristiwa tersebut viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan tongkang melaju di alur sungai dan diduga tidak kuat melawan arus.  

Meski telah ditarik dari bagian depan dan belakang oleh tugboat, kapal tetap kehilangan kendali hingga mengenai struktur jembatan.

Akibat insiden itu, tiang fender dilaporkan roboh dan turut berdampak pada pondasi pembangunan yang juga ikut tertabrak.

Baca juga: Percepat Pembangunan Jembatan Lalan, Bupati Muba Tutup Jalur Air Selama Sebulan

Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Musi Banyuasin (Muba), Yusfarizal, membenarkan insiden penyenggolan di lokasi pembangunan Jembatan Lalan.  

Pasca kejadian tersebut, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal serta pendataan kondisi di lapangan.  

“Kami langsung menurunkan tim untuk memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan KSOP serta Satpolairud agar penanganan sesuai prosedur,” kata Yusfarizal.  

Sementara itu, warga sekitar bernama Edi Yanto menyayangkan insiden tersebut yang terus terulang.

Ia menilai kejadian ini dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan konstruksi jembatan.

“Kalau sudah jadi, jembatannya dapat membuat khawatir dan takut kembali roboh. Ada baiknya pindahkan saja lokasinya ke tempat yang lebih aman agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved