Berita OKI
Menelusuri Tradisi Nyubok di Pedamaran OKI Sumsel, Cara Unik Pemuda Mencari Jodoh dengan Korek Api
Karena sebagian besar rumah tradisional di Pedamaran berupa rumah panggung, proses nyubok pun memiliki ciri khas tersendiri
Ringkasan Berita:
- Tradisi nyubok di Pedamaran, OKI, merupakan cara sopan pemuda mendekati gadis dengan mengunjungi rumahnya pada malam hari.
- Ciri khasnya adalah komunikasi dari bawah rumah panggung dan simbol penerangan wajah dengan korek api.
- Jika disetujui, proses berlanjut ke tahap beterang sebagai langkah menuju pernikahan dan mempererat hubungan antar keluarga.
Penulis Naskah : Novianti, Mahasiswa Semester VI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Jurnalistik UIN Raden Fatah Palembang
SRIPOKU.COM - Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), khususnya di Kecamatan Pedamaran, memiliki tradisi unik dalam mencari jodoh yang dikenal dengan sebutan nyubok.
Tradisi ini menjadi bagian dari warisan budaya lokal yang sarat nilai kesopanan dan tata krama.
Dalam praktiknya, seorang pemuda yang menaruh hati kepada seorang gadis tidak langsung berpacaran seperti lazimnya generasi sekarang.
Ia terlebih dahulu mengunjungi rumah sang pujaan hati sebagai bentuk perkenalan dan penyampaian niat untuk melakukan pendekatan secara baik-baik.
Karena sebagian besar rumah tradisional di Pedamaran berupa rumah panggung, proses nyubok pun memiliki ciri khas tersendiri.
Pemuda biasanya menyapa dari bawah rumah atau melalui celah lantai panggung, kemudian berbincang dengan gadis yang dituju secara sopan.
Sebagai simbol awal perkenalan, pemuda akan menyalakan korek api untuk menerangi wajah sang gadis dari balik jendela rumah.
Cahaya kecil itu menjadi cara sederhana agar keduanya dapat saling melihat dalam temaram malam, sekaligus melambangkan kesungguhan niat.
Percakapan berlangsung dari bawah ke atas rumah panggung, mencerminkan batas kesopanan yang dijaga dalam adat setempat.
Interaksi dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu keluarga maupun tetangga sekitar.
Kepala Desa Menang Raya, Rian Syaputra, menjelaskan bahwa nyubok bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari proses adat yang menjunjung norma.
“Ketika seorang pemuda jatuh cinta kepada seorang gadis, ia akan memberi kabar dan meminta izin untuk mampir ke rumah sang pujaan hati pada malam hari. Kebiasaan inilah yang disebut nyubok,” ujarnya melalui kanal YouTube Mang Dayat, Senin (23/2/2026).
Bagi masyarakat Pedamaran, nyubok menjadi tahap awal yang dapat berlanjut ke proses yang lebih serius.
Jika sang gadis bersedia, hubungan dapat meningkat ke tahap beterang, yakni kesepakatan untuk melibatkan keluarga kedua belah pihak sebagai langkah menuju pernikahan.
Tradisi ini dahulu menjadi cara umum bagi generasi muda membangun hubungan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Selain mempererat hubungan antarindividu, nyubok juga memperkuat silaturahmi antar keluarga.
Meski kini mulai jarang dijumpai seiring perkembangan teknologi komunikasi dan perubahan gaya hidup, nyubok tetap dikenang sebagai tradisi yang mencerminkan nilai kesantunan dalam budaya masyarakat Ogan Komering Ilir.
Berita OKI
Tradisi Nyubok
mencari jodoh
Acara Cari Jodoh
Pedamaran OKI
Kecamatan Pedamaran
Pedamaran
Desa Menang Raya Pedamaran OKI
| Personel TMMD Kodim 0402/OKI dan Warga Gotong-Royong Bangun MCK di Dekat Mushola |
|
|---|
| Daftar Perwira Polres OKI Dimutasi, Kompol Hamsal Jabat Wakapolres, Iptu M. Raka Kasat Reskrim |
|
|---|
| Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKI Gelar Lomba Burung Berkicau |
|
|---|
| Seluruh Siswa PAUD/TK, SD & SMP di OKI Dilarang Study Tour dan Konvoi Kelulusan, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pedagang Buah Duku Dadakan Menjamur di Jalintim OKI, Harganya Dipatok Rp20 Ribu per Kilogram |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tradisi-Nyubok.jpg)