Berita OKI

Museum Bende Seguguk Manfaatkan Teknologi AI dan Konsep Bioskop 4D, Pertama di OKI

Museum Bende Seguguk menjadi ikon wisata sejarah yang menggabungkan koleksi benda antik dengan kecanggihan layar videotron dan kecerdasan buatan.

Tayang:
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Nando Davinchi
MUSEUM - Bangunan dua lantai Museum Bende Seguguk terletak di Jalan Letnan Marzuki Zahri Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan museum Bende Seguguk OKI dilanjutkan pertengahan Tahun 2026 dan ditargetkan selesai awal tahun 2027.
  • Museum Bende Seguguk OKI memanfaatkan teknologi AI dan bioskop 4D akan menjadi ikon wisata sejarah baru di Kabupaten OKI.
  • Museum Bende Seguguk terletak di Jalan Letnan Marzuki Zahri Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

 

SRIPOKU.COM KAYUAGUNG –  Sempat tertunda di tahun 2025, pembangunan tahap akhir Museum Bende Seguguk dipastikan kembali berlanjut pertengahan tahun 2026.

Museum pertama dan satu-satunya di Kabupaten Ogan Komering Ilir ini digadang-gadang akan menjadi ikon baru wisata sejarah yang menggabungkan koleksi benda antik dengan kecanggihan layar videotron dan kecerdasan buatan.

Saat ditemui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ahmadin Ilyas mengungkapkan museum yang terletak di jantung Kota Kayuagung ini tengah dipersiapkan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat.

"Benar, museum ini menjadi yang pertama ada di Kabupaten OKI. Pembangunannya sudah berjalan sejak 2022 hingga 2024 melalui dana Bantuan Gubernur (Bangub) sampai fisiknya selesai dua lantai,” ujar Ahmadin saat ditemui pada Rabu (11/2/2026) sore.

Meski gedung sudah berdiri, penataan interior dan konsep digital sempat mengalami penundaan tahun 2025. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pengalihan fokus anggaran ke infrastruktur jalan.

Namun, Ahmadin memastikan proyek ini akan kembali digeber pada pertengahan tahun 2026 ini.

“Dokumen perencanaan teknis terperinci (DED) sudah rampung tahun 2025 lalu. Jadi tahun ini, kami fokus pada penataan tata pamer interior dan desain berbasis Artificial Intelligence (AI). Prediksi kami, pembangunan tuntas sepenuhnya tahun ini," terangnya.

Menurutnya, konsep dari museum lebih modern dengan dipenuhi layar yang akan menampilkan sejarah, tradisi dan budaya asli Kabupaten OKI dengan memakai teknologi AI.

Di bagian bawah museum nantinya akan dibagi melalui zona A hingga F yang dibuat teratur. Sehingga konsepnya tidak membosankan.

"Karena konsepnya digital AI, setiap zona dipenuhi oleh layar videotron. Jadi saat pengunjung masuk dalam museum mereka seperti masuk ke dunia nyata yang membahas sejarah, adat, tradisi dan budaya atau layaknya bioskop 4 dimensi," 

"Selain itu, akan ditampilkan barang barang bersejarah berupa miniatur visual seperti perahu kajang, sungai komering, rumah adat dan lainnya akan kita tampilkan di dalam area museum," 

"Barang bersejarah lainnya seperti kain kuno, naskah kuno, benda antik dan ada beberapa barang bersejarah kita yang dititipkan di museum Palembang akan ditarik ke sini untuk ditampilkan," terangnya.

Saat disinggung terkait museum yang kini sudah dibuka sementara. Ahmadin membenarkan bila tahun 2026 ini telah digunakan sebagai kantor Disbudpar Kabupaten OKI.

"Memang rancangan awal 2022, untuk museum berada lantai dasar dan untuk lantai atas digunakan sebagai kantor UPTD museum," 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved