Berita Empat Lawang

Penghuni Lapas Empat Lawang Diajarkan Membuat Makaroni Goreng Aneka Rasa

Penghuni Lapas Kelas IIB Empat Lawang dibekali keterampilan kerja dan wirausaha dengan belajar membuat produk makaroni goreng dengan aneka rasa.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Sahri Romadhon
PRODUK MAKARONI GORENG - Petugas bersama tahanan Lapas Kelas IIB Empat Lawang saat melakukan pengemasan produk makaroni goreng aneka rasa baru-baru ini, produksi makanan ringan ini merupakan salah satu bentuk upaya Lapas membekali warganya keterampilan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Penghuni Lapas Kelas IIB Empat Lawang dibekali keterampilan kerja dan wirausaha dengan belajar membuat produk makaroni goreng dengan aneka rasa.
  • Pembekalan ketrampilan ini diberikan pihak Lapas agar para tahanan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika bebas nanti.
  • Diharapkan keterampilan ini dapat para tahanan menjadi produktif dan mampu mengembangkannya di kemudian hari.

 

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Penghuni Lapas Kelas IIB Empat Lawang dibekali keterampilan kerja dan wirausaha dengan belajar membuat produk makaroni goreng dengan aneka rasa, Sabtu (7/2/2026).

Pembelajaran pembuatan produk makaroni goreng aneka rasa ini menjadi salah satu bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Hal ini bertujuan untuk membekali tahanan dengan kemampuan produktif selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.

Pada proses pembinaan ini tahanan dilibatkan secara langsung mulai dari proses pengolahan bahan baku, penggorengan, pemberian bumbu hingga pengemasan produk makaroni aneka rasa.

Kalapas Kelas IIB Empat Lawang, Reza Yudhistira Kurniawan menyampaikan semua rangkaian pembinaan itu dilaksanakan dengan pengawasan petugas serta memperhatikan standar kebersihan dan keamanan kerja.

Sehingga hasil produksi dari para warga binaan atau tahanan lapas tersebut memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.

“Melalui pembinaan kemandirian ini WBP kita harapkan mampu mengembangkan keterampilan wirausaha, meningkatkan rasa tanggung jawab serta menumbuhkan etos kerja yang positif,” katanya.

Menurutnya proses produksi makaroni ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman nyata pada warga binaan.

“Melalui ini warga binaan terlibat langsung dalam mengelola usaha sederhana yang kemudian bisa dimanfaatkan sebagai bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” imbuhnya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Penghuni Lapas Kayuagung Sulap Lahan KosongJadi Kebun Sayur Produktif

Baca juga: Keluarga Penjambret di Sleman Cabut Surat Kuasa dari Kantor Hukum Misnan Hartono

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved