Kisah Sutrisno yang Rumahnya Berkali-kali Diancam Bencana Longsor, Kali Ini Dapur Lenyap
Setelah diguyur hujan deras dan tergerus arus Sungai Enim, sebagian rumah Sutrisno (62) hilang dan ambruk masuk sungai.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Sebagian rumah Sutrisno (62), warga Kabupaten Muara Enim, hilang Ambruk masuk ke Sungai Enim, Senin (2/2/2026) karena longsor.
- Ia berharap, jajaran Pemkab Muara Enim punya solusi tepat karena sudah beberapa kali longsor mengancam keselamatan warga.
- Sudah ada beberapa bantuan, tetapi dianggap kurang pas dan terkesan mubazir.
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Setelah diguyur hujan deras dan tergerus arus Sungai Enim, sebagian rumah Sutrisno (62) hilang ambruk masuk ke sungai Enim, Senin (2/2/2026).
Warga Dusun VI, Desa Karang Raja, Kabupaten Muara Enim, itu kehilangan bagian dapur.
Selain tempat memasak untuk keluarga, dapur juga menjadi mata pencaharian Sutrisno karena dijadikan tempat usaha pembuatan tahu.
Dari pengamatan di lapangan, bagian dapur rumahnya terlihat sudah ambruk, bangunan hanya meninggalkan atap seng yang terlihat dari dalam Sungai.
Baca juga: Longsor Lumpuhkan Akses Jalan Antar Desa di Kecamatan Buay Sandang Aji OKU Selatan
Lalu, tampak beberapa pohon besar seperti pohon rengas juga tumbang masuk ke dalam Sungai Enim yang selama ini menjadi penahan tanah supaya tidak longsor.
Selain itu, terlihat rekahan tanah yang sewaktu-waktu akan longsor yang mulai mengancam bangunan utama rumah dan tempat usahanya.
"Sekarang kami mengungsi ke rumah bagian depan sebab takut ambruk sebab tanahnya sudah retak semua," ujar Sutrisno yang sehari-hari juga berjualan bibit tanaman ini.
Menurut Sutrisno, kejadian longsor tersebut sudah terjadi beberapa kali selama beberapa tahun terakhir.
Namun yang terbaru, longsor pertama pada hari Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB,
Lalu longsor yang kedua terjadi lagi pada hari Senin (2/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
"Saya kebetulan pulang dari sholat Subuh, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan dilihat ternyata dapur rumahnya bersama peralatanya sudah hilang masuk ke dalam Sungai," ujarnya.
Dikatakan Sutrisno, bahwa permasalahan tanah longsor ini, sudah berkali-kali disampaikan dan diajukan proposalnya ke Pemkab Muara Enim.
Baca juga: Istri Hamil Muda, Fakta Pilu Meninggalnya Praka Hamid Tertimbun Material Longsor di Cisarua
Namun realisasinya kurang tepat sehingga tidak bermanfaat.
Kemudian, pihaknya kembali mengajukan bantuan pembuatan beronjong sesuai yang diinginkan dan sampai sekarang tidak ada realisasinya.
| Pekan Keempat Pelaksanaan Car Free Day Palembang, Antusias Wong Kito Makin Membludak |
|
|---|
| Pratu PS Bertugas di Denkesyah, Anggota TNI di Palembang yang Meninggal Ditembak Sesama Anggota TNI |
|
|---|
| Calon Jemaah Haji Indonesia Kepergok Merekam Perempuan Arab Saudi, Terancam Tak Bisa Pulang |
|
|---|
| Juri & MC LCC 4 Pilar Digugat ke Pengadilan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani 'Terseret' Ini Isi Petitumnya |
|
|---|
| Pria Ini di Ogan Ilir Nyaris Babak Belur Diamuk Massa, Untung Masih ada Warga yang Kasihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dapurumahenim.jpg)