Intip Ritual Panjang Pernikahan Khas Suku Penesak di OKI Sumsel, Hari Kedua Diwarnai Tangis Haru
Salah satu istimewa dari adat Suku Penesak adalah tradisi pernikahan mereka yang bisa digelar selama sepekan penuh.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Refly Permana
Ringkasan Berita:
- Salah satu istimewa dari adat Suku Penesak adalah tradisi pernikahan mereka yang bisa digelar selama sepekan penuh.
- Dari rangkaian pernikahan Suku Penesak, hari kedua adalah salah satu momen yang paling mengharukan.
- Hingga kini, masih ada masyarakat Suku Penesak yang melakukan tradisi pernikahan tersebut.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Keberadaan Suku Penesak bisa ditemukan di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.
Salah satu istimewa dari adat Suku Penesak adalah tradisi pernikahan mereka yang bisa digelar selama sepekan penuh.
Selama tujuh hari tujuh malam, napas budaya diembuskan melalui rangkaian ritual yang menggetarkan, mulai dari keriuhan "kocek-kocekan" hingga sakral prosesi makan telok.
Hari Pertama
Tradisi kolosal ini tidak hanya pesta kemeriahan, melainkan ritual sakral untuk mengukir janji seumur hidup sekaligus menjaga warisan leluhur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ahmadin Ilyas, di hari pertama pernikahan Suku Penesak dilakukan "kocek-kocekan".
Sanak keluarga, kerabat, hingga tetangga berkumpul untuk proses mengocek atau mengupas bumbu-bumbu dapur seperti bawang, kunyit hingga kencur.
"Kaum perempuan menyiapkan sayur-mayur dan telur, kaum pria bertugas membersihkan daging dan menyiapkan perapian besar untuk memasak menu resepsi," ujar Ahmadin menceritakan rangkaian acara saat dikonfirmasi pada Senin (2/2/2026) sore.
Hari Kedua
Momen inti terjadi di hari kedua.
Dimana calon pengantin wanita bersama keluarga melakukan arak-arakan diiringi musik tanjidur guna menjemput mempelai pria.
Setelah tiba di kediaman wanita, ijab kabul pun dilaksanakan.
Isak tangis haru pecah saat ritual sungkem, di mana kedua mempelai memohon doa restu kepada orang tua.
Hari Ketiga
| Rio Diantar Jaksa ke RS BARI Palembang, Terpidana Kasus Penggelapan yang Jalani Hukuman Kerja Sosial |
|
|---|
| Mengurai Makna Adok atau Jajuluk dalam Tradisi Komering, Warisan Tak Benda Sarat Nilai Kekerabatan |
|
|---|
| 2 Kakak Adik Ini Coba-coba Jadi 'Penguasa' Ganja di Banyuasin, Adik Jadi Pengedar Kakak Jadi Pemasok |
|
|---|
| Si Alung Dibikin tak Berkutik, Buronan 58 Kg Sabu yang Mau Kabur ke Laut Lepas Lewat Kuala Tungkal |
|
|---|
| Korban Sempat Jadi Tersangka, Update Dugaan Pelecehan Oknum Kepala Kantor Pos di Sumsel ke Mahasiswi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sukupenesakoki.jpg)