Berita OKU
BPBD OKU Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Gunafi menyebutkan, pengalaman banjir besar pada tahun 2024 lalu, yang berdampak pada sekitar 80 persen wilayah OKU
Penulis: Leni Juwita | Editor: Welly Hadinata
Ringkasan Berita:
- BPBD OKU mengimbau warga di daerah rawan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
- BMKG memprediksi curah hujan menengah hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Sumsel, termasuk OKU.
- BPBD, TNI, dan Polri rutin memantau tinggi muka air Sungai Ogan sebagai langkah deteksi dini banjir.
SRIPOKU.COM, BATURAJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD OKU melalui Manager Posdalops, Gunafi, mengatakan sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi mengalami curah hujan pada kategori menengah hingga sangat tinggi pada Dasarian I Januari 2026.
Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Walaupun sebagian wilayah berada pada kategori curah hujan menengah, potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai karena saat ini masih memasuki puncak musim hujan,” ujar Gunafi kepada Sripoku.com, Minggu (17/1/2026).
Berdasarkan data BMKG, curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk sebagian Kabupaten OKU, OKU Timur, Musi Rawas, Lahat, Muara Enim, Ogan Ilir, OKI, dan Pagar Alam. Bahkan, beberapa daerah tercatat mengalami curah hujan lebih dari 300 milimeter.
Pantauan di Kabupaten OKU menunjukkan cuaca mendung disertai awan gelap telah berlangsung sejak pagi hari.
Hujan sempat turun sekitar pukul 07.00 WIB meski tidak berlangsung lama. Kondisi cuaca mendung ini telah terjadi hampir setiap hari sejak awal Januari 2026.
Gunafi menyebutkan, pengalaman banjir besar pada tahun 2024 lalu, yang berdampak pada sekitar 80 persen wilayah OKU, membuat masyarakat kini lebih waspada.
BPBD bersama unsur TNI dan Polri secara rutin melakukan pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Ogan melalui alat Level Gauge yang terpasang di tiga titik strategis.
“Hasil pemantauan TMA kami laporkan secara berkala melalui grup WhatsApp dan media sosial sebagai bentuk deteksi dini banjir,” jelasnya.
Selain itu, personel TNI dan Polri di wilayah Polsek dan Koramil yang berada di sepanjang aliran Sungai Ogan juga aktif melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Informasi resmi ini diharapkan dapat membantu upaya mitigasi bencana serta mendorong masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak jika terjadi banjir.
Hidrometeorologi adalah cabang ilmu meteorologi yang mempelajari interaksi antara atmosfer, air (hidrologi), dan lautan (oseanografi) terkait cuaca dan iklim ekstrem, yang sering kali memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, dan kebakaran hutan.
Berita OKU
banjir OKU
Banjir Baturaja OKU
BPBD OKU
hidrometeorologi
bencana hidrometeorologi
Potensi Bencana Hidrometeorologi
| Jelang Isu Kenaikan Harga BBM, Kendaraan Antrean Panjang di SPBU Baturaja OKU |
|
|---|
| Hujan Deras 3 Hari, Belasan Rumah di Baturaja Terendam Banjir Setinggi 1 Meter |
|
|---|
| Disdik OKU Pastikan Belajar Tetap Tatap Muka, Menepis Isu Daring Akibat Penghematan Energi |
|
|---|
| Teror Macan Tutul di Baturaja, Belasan Ayam Milik Warga Kemiling Mati Saat Ditinggal Mudik |
|
|---|
| Cegah Kecelakaan, Personel Satlantas Polres OKU Timbun Tumpahan Minyak dengan Pasir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Sungai-Ogan-meluap.jpg)