Jembatan Ambles Disapu Arus Sungai, Akses Penghubung Dua Desa di Sumsel Lumpuh Total

Banjir melanda Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebabkan jembatan ambles.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Refly Permana
Sripoku.com/Choirul OKUT
JEMBATAN AMBLES - Kondisi jembatan penghubung Desa Nusa Jaya di Kecamatan Belitang III, OKU Timur, yang ambles akibat tergerus banjir, Jumat (9/1/2026). Warga terpaksa membatasi penggunaan akses vital tersebut demi menghindari risiko kecelakaan sambil menunggu perbaikan dari pihak terkait. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir melanda Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III.
  • Akibat derasnya aliran sungai, jembatan yang menghubungkan dua desa kini ambles.
  • Lantaran takut kecelakaan, warga membatasi mobilitas, termasuk berkaitan dengan mencari nafkah sehari-hari.

 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Banjir melanda Desa Nusa Jaya, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak jembatan penghubung antara Desa Nusa Jaya dan Desa Sri Bantolo.

Akibatnya, akses menuju sejumlah desa di Kecamatan Belitang II dilaporkan mengalami ambles akibat terjangan banjir.

Baca juga: Diterjang Banjir Material Batu dan Lumpur, 7 Rumah di Desa Air Kelinsar Rusak Berat

Kondisi ini dipicu oleh derasnya arus sungai saat banjir datang. 

Tingginya debit air yang mengalir dalam waktu cukup lama menggerus bagian bawah badan jalan hingga struktur tanah menjadi labil dan rawan dilalui kendaraan.

“Jalan ini ambles setelah diterjang banjir. Airnya besar dan lama menggenang, jadi tanah di bawahnya tergerus,” ujar Parlin, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, jembatan yang amblas tersebut merupakan akses utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mulai dari mobilitas warga antar desa hingga jalur pengangkutan hasil pertanian dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat dilakukan di sana.

Akibat kondisi tersebut, warga kini terpaksa membatasi penggunaan jalan dan jembatan demi menghindari risiko kecelakaan. 

Baca juga: Jalan Poros Desa Purwodadi OKU Timur Terendam Banjir Setinggi 30 CM

Kekhawatiran akan kerusakan yang semakin parah membuat masyarakat memilih ekstra waspada.

“Kami takut kalau dilewati kendaraan, apalagi mobil, bisa makin parah atau bahkan putus total. Kalau itu terjadi, akses kami benar-benar terputus,” tambahnya.

Saat ini, warga hanya memasang tanda peringatan sederhana di sekitar lokasi jembatan yang amblas agar pengendara lebih berhati-hati. 

Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat.

“Harapannya segera ada perbaikan sementara, setidaknya bisa dilewati dengan aman. Soalnya ini jalur penting bagi warga,” harap Parlin.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya perbaikan di lokasi. 

Warga masih mengandalkan kewaspadaan dan tanda seadanya sembari menunggu langkah konkret dari pihak berwenang agar akses penghubung antar desa tidak terputus lebih lama.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved