Banjir di Palembang
Atasi Banjir Palembang, Dinas PUPR Prioritaskan Normalisasi di 11 Titik Rawan
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut cepat atas instruksi Wali Kota Palembang untuk menekan dampak genangan air
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan 11 titik rawan banjir sebagai prioritas penanganan utama.
- Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut cepat atas instruksi Wali Kota Palembang untuk menekan dampak genangan air yang mengganggu aktivitas warga.
- Dari 11 titik prioritas tersebut, lima di antaranya telah berhasil ditangani melalui normalisasi saluran air.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan 11 titik rawan banjir sebagai prioritas penanganan utama.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut cepat atas instruksi Wali Kota Palembang untuk menekan dampak genangan air yang mengganggu aktivitas warga.
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Yudha Fitriansyah, menjelaskan bahwa dari 11 titik prioritas tersebut, lima di antaranya telah berhasil ditangani melalui normalisasi saluran air.
Ia menyebut faktor utama penyebab banjir di Palembang adalah penyempitan saluran akibat sedimentasi dan tumpukan sampah, yang diperparah oleh pasang air Sungai Musi serta tingginya curah hujan.
Baca juga: Wali Kota Ratu Dewa Instruksikan Status Siaga Banjir Palembang: Keselamatan Warga Prioritas Utama
"Kami terus bekerja, bahkan hingga lembur pada malam hari. Petugas disiagakan di titik-titik genangan agar bisa langsung bergerak cepat saat air mulai naik," ujar Yudha, Jumat (24/4/2026).
Yudha menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan perbaikan penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang jebol saat banjir Selasa (21/4/2026) lalu.
"Akibat penahan air jebol, genangan di Jl Demang Lebar Daun makin parah. Tapi, sekarang sudah kami perbaiki,” jelasnya.
Tak hanya bekerja sendiri, Pemkot Palembang juga berkolaborasi dengan Balai Jalan Nasional dalam mempercepat penanganan banjir. Salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi crossdrain di bawah jalan di kawasan cekungan DA Km 7.
“Selain sampah, banyak utilitas yang menghambat aliran air di cekungan depan DA Km 7. Ini yang menyebabkan genangan mudah terjadi,” tambah Yudha.
Selain itu, sambung Yudha, Dinas PU Pengairan Provinsi Sumsel juga ikut membantu dengan menyiapkan mobil pompa di Simpang Polda.
Bukan itu saja, sesuai arahan Walikota, seluruh dinas dan instansi terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan Palembang, Satpol PP, BPBD Palembang, aparat Kecamatan dan Kelurahan juga bersama turun saat genangan terjadi.
Sementara itu untuk jangka panjang dalam mengatasi masalah banjir di Kota Palembang, Yudha mengatakan, Pemkot Palembang juga bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII melalui program Pengendalian Banjir Sistem Sungai Bendung.
Kegiatannya meliputi, melakukan normalisasi dan perkuatan tebing Sungai Bendung sepanjang kurang lebih 5 Km, normalisasi dan perkuatan tebing anak Sungai Bendung, Parit, Seduduk dan IBA.
Kemudian, normalisasi Kolam Retensi Talang Aman, Polda, Seduduk Putih dan IBA serta pengadaan dan pemasangan pompa di anak-anak sungai dan kolam retensi.
“Perkiraan pekerjaan mulai dilakukan awal Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir 2027,” cap Yudha.
| Wali Kota Ratu Dewa Instruksikan Status Siaga Banjir Palembang: Keselamatan Warga Prioritas Utama |
|
|---|
| Penampakan Batang Pohon dan Sampah Sumbat Drainase, Jadi Pemicu Banjir di Kawasan KM 7 Palembang |
|
|---|
| Pakai Jas Hujan dan Sepatu Boots, Walikota Ratu Dewa Tinjau Langsung Titik Banjir di Palembang |
|
|---|
| Pasca Banjir Semalam, Warga Palembang Sibuk Jemur Perabotan Rumah Tangga |
|
|---|
| Ratu Dewa Minta Tegas Terapkan Perda Sampah, Tumpukan Sampah Hambat Penanganan Banjir di Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/normalisasi-titik-banjir.jpg)