Berita OKU Timur
Apa Itu Kepodang & Beruga, Diusulkan Forum Mufakat Adat IV untuk Jadi Identitas Resmi OKU Timur
Kepodang dan Beruga sebagai dua penutup kepala adat laki-laki Komering yang diusulkan menjadi identitas resmi daerah
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Welly Hadinata
Ringkasan Berita:
- Lembaga Pembina Adat OKU Timur menyepakati dua penutup kepala adat laki-laki Komering untuk diusulkan menjadi aturan resmi daerah.
- Kepodang digunakan pejabat dan pengurus adat, sedangkan Beruga untuk masyarakat umum.
- Pemkab OKU Timur mendukung penuh mufakat adat guna memperkuat identitas budaya Komering.
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengambil langkah penting untuk menegaskan jati diri budayanya.
Melalui Forum Mufakat Adat IV, Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur bersama para pesirah dari 20 kecamatan menyepakati Kepodang dan Beruga sebagai dua penutup kepala adat laki-laki Komering yang diusulkan menjadi identitas resmi daerah.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam forum adat yang digelar di Aula Rumah Makan Bebek Joglo, Belitang.
Forum ini menjadi ruang mufakat antara lembaga adat, pemerintah daerah, serta para pelaku seni dan budaya Komering untuk merumuskan simbol adat yang merepresentasikan OKU Timur.
Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, menyampaikan bahwa selama ini masyarakat Komering di OKU Timur telah lama menggunakan Kepodang dan Beruga dalam berbagai kegiatan adat maupun pemerintahan.
Namun, belum ada ketetapan resmi yang menjadikannya sebagai identitas daerah.
“Selama ini penggunaan penutup kepala adat masih beragam. Ada tanjak, ada kepodang, dan ada beruga. Melalui mufakat ini, kita sepakat menegaskan identitas Komering OKU Timur melalui dua penutup kepala adat, yakni Kepodang dan Beruga,” ujar Leo, Rabu (17/12/2025).
Simbol, Fungsi, dan Makna Sosial
Dalam mufakat tersebut, Kepodang ditetapkan sebagai penutup kepala adat yang digunakan oleh pejabat teras, pengurus adat tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.
Serta penyeimbang adat keluarga besar. Sementara Beruga disepakati sebagai penutup kepala adat bagi masyarakat Komering secara umum.
Menurut Leo, pembagian ini bukan untuk membedakan strata sosial, melainkan mencerminkan fungsi dan peran dalam struktur adat.
Ia juga menegaskan bahwa Kepodang dan Beruga bukan sekadar pelengkap busana, tetapi simbol nilai, tata krama, dan filosofi hidup masyarakat Komering.
“Jika sudah menjadi Peraturan Daerah, maka Kepodang dan Beruga akan menjadi patokan resmi. Ini penting agar identitas adat kita tidak bias dan tidak tergerus,” tegasnya.
Identitas Daerah yang Selaras dengan Nilai Agama
Leo menambahkan, budaya Komering yang diwariskan secara turun-temurun tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.
| Menembus 56 Kilometer Setiap Hari, Titik Rusyanti Hidupkan Semangat Hardiknas dari Pelosok OKU Timur |
|
|---|
| Transaksi Sabu via WhatsApp Digagalkan, Polisi Menyamar Tangkap Pengedar di Buay Madang |
|
|---|
| 2 Mahasiswa Asal Lampung Ini Coba Berlagak Jagoan di OKU Timur, Jadi Penguasa Narkoba Antar Provinsi |
|
|---|
| Inilah Tampang Polisi Gadungan yang Beraksi di OKU Timur, Rampas Motor dan HP Pelajar |
|
|---|
| Jemput Bola ke Lapas Martapura, Disdukcapil OKU Timur Rekam Data 82 WBP Demi Akses Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Leo-Budi-Rachmadi-Adat-Komering-99.jpg)