Berita PALI

Pemkab PALI Buka Layangan Call Center 112, Menampung Pengaduan Masyarakat Segera Ditindaklanjuti

Dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini Pemerintah Kabupaten PALI membuka layanan call center 112 yang beroperasi selama 24 jam

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: tarso romli
Sripoku.com/Mat Bodok
WARGA KHAWATIR - Warga khawatir Jembatan Beton Layang Bertiang di Talang Pipa Bawah RT 05 RW 02, akan patah dan roboh terbawa arus Sungai Abab, ketika dilintasi oleh para ibu-ibunya dan anak-anak sekolah 

SRIPOKU.COM, PALI - Dalam menghadapi cuaca ekstrem saat ini Pemerintah Kabupaten PALI membuka layanan call center 112 yang beroperasi selama 24 jam, dilayani oleh 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab PALI.

Pelayanan call center melalui 112 dibuka siang dan malam standby tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian (Diskominfoper) PALI Khairiman.

Peluncuran call center 112 tersebut, bertujuan untuk melayani masyarakat dalam pengaduan, dan bantuan, pertolongan saat dalam kondisi darurat seperti keadaan sekarang ini.

"Layanan call center sudah bisa beroperasi selama 24 jam. Apabila ada masyarakat yang meminta bantuan, pertolongan saat darurat dapat menghubungi Nomor 112," kata Khairiman.

Ia menyebutkan, pelayanan call center ini baru dilayani sebanyak 8 OPD di Pemkab PALI.

"Pelayanan call center 112 dilayani 8 OPD dan tahun depan ditargetkan semua OPD akan turut melayani semua," ujarnya.

Dibukanya layanan 112, Ia berharap setiap ada permasalahan darurat yang ada di wilayah PALI, dapat pertolongan dengan baik oleh Pemerintah PALI.

"Pemerintah PALI ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat di Bumi Serapat Serasan, dengan adanya layanan call center ini, permasalahan dapat teratasi," tuturnya.

Terpisah, H Taufik warga di kawasan Talang Pipa Bawah RT 05 RW 02 Kelurahan Talang Ubi berharap, dengan adanya call center 112 benar-benar menjadi wadah informasi dan pertolongan oleh Pemkab PALI.

"Alhamdulillah, adanya call center 112 lebih mempermudah masyarakat untuk memberikan informasi darurat yang terjadi lingkungan masyarakat," katanya sembari memanfaatkan momen ini, pemerintah segera turun ke lapangan melihat kondisi Jembatan Beton Layang Bertiang yang telah mengkhawatirkan kondisi jembatan.

Jembatan Beton Layang Bertiang ini, satu-satu jalan penghubung dari RT 05 menuju Kelurahan Talang Ubi Barat, kondisi jembatan pipa penahan sudah banyak yang rapuh.

"Pipa penahan bentangan lantai beton sudah ada yang patah dan rapuh, berkarat. Jembatan Beton Layang Bertiang ini hanya menunggu waktu saja, dikhawatirkan ketika melintas ibu-ibunya yang menggendong anak kecil tiba-tiba jembatan patah, kita mau bilang apa," tandasnya.

Lalu siapa yang harus bertanggungjawab dalam hal ini nantinya, apabila Jembatan Beton Layang Bertiang patah dan terbawa arus, karena tergerus derasnya luapan air Sungai Abab.

"Kita warga hanya khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, melihat kondisi pipa besi sudah ada yang patah dan berkarat," tandasnya.

Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.

Baca juga: Larangan Kepala Daerah Bepergian ke Luar Negeri, Herman Deru: Kepala Daerah di Sumsel Wajib Patuhi

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved