Berita Muratara
Menanti Hasil Mediasi dan Keputusan Sanksi Kasus Perundungan Siswi di Muratara
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara memanggil pelajar yang terlibat untuk melakukan mediasi dan meminta keterangan
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumsel turun langsung memanggil pelajar SMP yang terlibat aksi perundungan untuk mediasi.
- Hasan mengungkapkan terkait hasilnya belum diketahui, ketika selesai nanti baru akan diketahui hasilnya
- Untuk sanksi dan lainnya sebagainya menunggu hasil pertemuan ini dan menunggu petunjuk dinas pendidikan
SRIPOKU.COM, MURATARA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara memanggil pelajar yang terlibat untuk melakukan mediasi dan meminta keterangan lebih lanjut terhadap siswa yang melakukan perundungan. Hasilnya akan menentukan sanksi yang diberikan.
Wakil Kesiswaan SMPN 1 Muara Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel, Hasan Azhari mengungkapkan, hasil mediasi belum diketahui karena pertemuan masih berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan mengenai sanksitermasuk yang sempat disinggung oleh Bupati Murataraakan menunggu hasil dari pertemuan hari ini serta petunjuk lebih lanjut dari Dinas Pendidikan.
"Untuk sanksi dan lainnya sebagainya menunggu hasil pertemuan ini dan menunggu petunjuk dinas pendidikan," tegasnya, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: Fakta Video Viral Perundungan Salah Satu SMP di Sumsel, Kepsek : Mereka Itu Berkelahi
Sebelumnya, SMPN 1 Muara Rupit telah memberikan klarifikasi terkait insiden kekerasan yang viral di media sosial. Meskipun awalnya kabar yang beredar menyebutnya sebagai aksi perundungan (bullying), pihak sekolah melalui Hasan Azhari menyatakan bahwa peristiwa itu lebih tepat disebut sebagai perkelahian antar siswi.
Kejadian yang berlangsung di luar lingkungan sekolah pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB itu melibatkan siswi SMPN 1 Muara Rupit dan siswi SMPN 2 Muara Rupit.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang siswi berkaos olahraga SMPN 2 Muara Rupit dipukuli berulang kali oleh remaja putri berkaos hitam yang ternyata adalah pelajar SMPN 1 Muara Rupit.
"Ya (pelajar sekolah kita (SMPN 1 Muara Rupit)," kata Hasan Azhari saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).
Menurut Hasan, meskipun video yang beredar menampilkan aksi yang menyerupai bullying, kronologi kejadian bermula dari saling ejek melalui telepon genggam. Puncaknya, mereka bertemu di luar sekolah dan berujung pada perkelahian.
"Kalau dilihat dalam video memang bullying. Tapi kronologi kejadian itu berawal dari saling ejek di Hp," ungkapnya.
Motif utama perkelahian sendiri belum dapat dipastikan secara menyeluruh, mengingat salah satu pelajar yang terlibat berasal dari SMPN 2 Muara Rupit. Namun, baik pelaku maupun korban dikonfirmasi sama-sama merupakan warga Kelurahan Muara Rupit.
Sebagai tindak lanjut, selain mediasi bersama Dinas Pendidikan, pihak sekolah juga berencana memanggil orang tua dari pelajar SMPN 1 Muara Rupit yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
| Pria di Muratara Ini Paksa Gendong Anak Tetangga Berusia 8 Tahun Masuk ke Rumah, Korban Berontak |
|
|---|
| Teror Harimau di Desa Kuto Tanjung Muratara, 8 Ekor Kerbau Mati Dimangsa |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Muratara, Pengendara Motor Vixion Jatuh Masuk Kolong Mobil Truk Meninggal di TKP |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Muratara, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Usai Gagal Menyalip Mobil Truk |
|
|---|
| Tega Setubuhi Anak Kandung hingga Melahirkan, Pria di Muratara Diringkus Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/perundungansiswismp.jpg)