Matalokaltravel
Kelompok Tani Karya Bersama Budidaya Melon Premium Gunakan Smart Green House, Hasilnya Mantap
Inovasi pertanian berada di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini patut ditiru.
Penulis: Nando Davinchi | Editor: tarso romli
Ringkasan Berita:
- Kelompok Tani Karya Bersama Desa Sungai Belidah Lempuing OKI budidayakan Melon premiun
- Budidaya melon di lahan 12 X 25 M menggunakan teknologi Smart Greenhouse, bisa hasilkan 1-2 ton melon segar
- Budidaya melon premium ini bisa panen hingga 5 kali setahun dengan haga Rp 25.000- Rp 30.000 per kilogram
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Inovasi pertanian berada di Desa Sungai Belidah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini patut ditiru.
Kelompok Tani Karya Bersama berhasil mendongkrak produktivitas lahan terbatas melalui penerapan teknologi Smart Greenhouse.
Di bawah binaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Rezeki, para petani kini mampu memanen buah melon premium hingga empat sampai lima kali dalam setahun, jauh melampaui siklus tanam konvensional.
Strategi Lahan dan Teknologi Tepat Guna
Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Yusuf Fajar Sri, menjelaskan kunci keberhasilan ini terletak pada dua aspek: perpaduan teknologi tepat guna dan strategi optimalisasi lahan ekstrem.
Smart Greenhouse berukuran 12 x 25 meter yang mereka kelola dirancang khusus untuk iklim tropis.
Struktur bangunan mengombinasikan atap plastik UV untuk menahan intensitas matahari berlebih, sementara dinding samping menggunakan insect net (jaring serangga).
"Kombinasi ini penting. Tujuannya agar sirkulasi udara tetap terjaga baik, namun hama serangga kecil tidak bisa masuk menyerang tanaman. Ini meminimalisir risiko kegagalan panen," jelas Yusuf saat ditemui di lokasi pada Senin (1/12/2025).
Kelompok tani ini menerapkan terobosan radikal dengan memaksimalkan kepadatan tanaman. Jika populasi normal pada luasan tersebut hanya sekitar 560 kantong tanam (polybag), Yusuf dan timnya berani melipatgandakannya.
"Kami memaksimalkan lahan. Satu polybag kami isi dua tanaman. Dengan strategi ini, populasi total di dalam greenhouse bisa tembus lebih dari 1.000 tanaman. Ini adalah cara kami mendongkrak hasil panen," ungkapnya.
Untuk menunjang kepadatan yang tinggi, nutrisi disalurkan menggunakan sistem fertigasi tetes (drip irrigation).
Teknologi ini menjamin setiap tanaman mendapatkan pasokan nutrisi yang presisi, meski diakui tantangan teknis seperti penyumbatan selang seringkali menjadi kendala yang memengaruhi ukuran buah.
Terlepas dari tantangan teknis, hasil panen kelompok tani ini terbilang memuaskan. Dalam sekali panen, greenhouse mampu menghasilkan 1 hingga 2 ton melon segar.
"Melon siap panen dalam usia relatif singkat, yakni 60–70 hari dengan harga perkilogram Rp 25.000 sampai 30.000"
"Saat ini kami terus melakukan evaluasi agar target hasil 1–2 ton ini bisa konsisten tercapai di setiap siklusnya dengan berat rata-rata buah mencapai 1,5 kg hingga 3 kg per buah, tergantung konsistensi nutrisi," pungkas Yusuf.
Simak berita menarik lainnya di sripoku.com dengan mengklik Google News.
Baca juga: Lulus PPPK Belasan Wanita di Prabumulih Ceraikan Suami
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Buah-Melon-Premium-Sungai-Belidah-OKI.jpg)