Penembakan di Banyuasin

Kronologi Pemuda di Banyuasin Tewas Ditembak Pengemudi Innova, Bela Teman Cek-cok Antrean Solar

Penangkapan tiga pelaku dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tayang:
Editor: Odi Aria
Kolase
SOSOK KORBAN OBIRTA - Sosok Obirta pemuda di Banyuasin yang tewas ertembak gara-gara bela temannya. 

Ringkasan Berita:
  • Obirta, seorang pemuda di Banyuasin tewas ditembak di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin
  • Kejadian ini terjadi pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 16.00 WIB
  • Kurang dari 24 jam pelaku berhasil ditangkap polisi
  • Korban tewas karena terlibat perkelahian membela temannya ribut dengan pengemudi innova

SRIPOKU.COM, BANYUASIN– Kasus penembakan yang mengakibatkan tewasnya satu warga dan melukai seorang lainnya di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil diungkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.

Penangkapan tiga pelaku dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa tragis ini bermula dari sebuah keributan di SPBU Limau, Kecamatan Sembawa, sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, Dwi sopir angkutan umum berwarna hijau dengan nomor polisi BG 1447 AQ sedang mengantre untuk mengisi bahan bakar solar di SPBU.

Namun, antrean tersebut diserobot oleh tiga orang pengendara mobil Toyota Innova Reborn hitam dengan nomor polisi BG 1719.

Keributan pun pecah antara sopir angkutan dan pengemudi mobil Innova tersebut, dipicu oleh saling berebut tempat antrean.

Meskipun sempat dilerai oleh warga sekitar, permasalahan tidak selesai di situ dan berlanjut ke lokasi kejadian selanjutnya.

Setelah keributan di SPBU, sekitar pukul 16.00 WIB, situasi semakin memanas. Sopir angkutan umum M. Dwi Yulianto (27), yang menjadi korban pemukulan oleh pelaku di SPBU, melanjutkan perjalanannya.

Tanpa diduga, pelaku mengikuti dan mengejar Dwi hingga ke Jalan Lintas Palembang-Betung KM 41, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III.

Di sana, korban lain, Oberta Parjiman alias Obi (35), yang juga warga Desa Tanjung Agung, melihat rekannya M. Dwi Yulianto sedang dikeroyok oleh ketiga pelaku.

Berusaha untuk melerai, Obirta justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan oleh para pelaku.

Saat perkelahian semakin memanas, salah satu pelaku yang berada di dalam mobil Innova Reborn tiba-tiba mengambil senjata api jenis FN.

Dengan cepat, pelaku menembakkan senjatanya ke arah korban Obirta dan M. Dwi Yulianto.

Tembakan pertama mengenai bagian perut dan paha Obirta, yang akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian.

Sedangkan Dwi Yulianto yang juga terkena tembakan di bagian perut, segera dilarikan ke RSUD Banyuasin untuk mendapatkan pertolongan medis dan saat ini sedang dalam perawatan intensif.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved