'Broken Strings' Aurelie Moeremans Viral, Psikolog : Bahaya Membaca Kisah Trauma Saat Mental Rapuh

Viral buku Broken Strings Aurelie Moeremans ungkap masa lalu kelam. Psikolog ingatkan bahaya trigger bagi pembaca trauma.

Penulis: Siti Umnah | Editor: Refly Permana
Kolase
BAHAYA TRAUMA - Viral buku Broken Strings Aurelie Moeremans ungkap masa lalu kelam. Psikolog ingatkan bahaya trigger bagi pembaca trauma. 

Yustinus menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki sistem peringatan dini yang sangat peka.

Ketika seseorang memaksakan diri membaca kisah trauma di tengah kondisi mental yang rapuh, tubuh akan memberikan tanda-tanda fisik dan psikis seperti:

  • Merasakan sesak napas atau dada terasa berat.
  • Munculnya kecemasan berlebihan atau rasa panik secara tiba-tiba.
  • Kesulitan untuk fokus pada aktivitas sehari-hari setelah membaca.
  • Dorongan untuk menangis tanpa sebab yang jelas.

"Jika tanda-tanda ini muncul, langkah terbaik adalah berhenti sejenak. Beri jarak antara diri Anda dengan bacaan tersebut," saran Yustinus.

Menunda Membaca adalah Bentuk 'Self-Protection'

Psikolog ini juga meluruskan persepsi bahwa menunda membaca buku bertema trauma sama dengan menghindari pemulihan diri (healing).

Justru sebaliknya, memutuskan untuk tidak membaca saat mental sedang tidak stabil adalah bentuk perlindungan diri yang sehat.

Proses healing, menurut Yustinus, bukanlah tentang memaksa diri menghadapi luka secara brutal, melainkan tentang menjaga diri agar tetap merasa aman.

Ia menyarankan agar buku-buku seperti Broken Strings dibaca dalam kondisi mental yang sudah terkendali atau stabil, bukan sebagai pelarian di tengah kegalauan batin.***

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved