Perangkat Pembelajaran
Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP Projek P5 : E-Voting Pemilihan Ketua OSIS
Panduan Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP Projek P5 Tema Suara Demokrasi :E-Voting Pemilihan Ketua OSIS.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Siti Umnah
Ringkasan Berita:
- Projek P5 "E-Voting Pemilihan Ketua OSIS" di awal tahun 2026 menuntut guru tidak hanya fokus pada pelaksanaan, tetapi juga kelengkapan administrasi yang akuntabel.
- Dokumen seperti modul projek, LKPD digital, rubrik karakter, dan jurnal fasilitator menjadi bukti penting dalam pengisian SKP di PMM.
- Dengan perangkat yang rapi, kegiatan kokurikuler bertema Suara Demokrasi ini benar-benar mencerminkan pembelajaran lintas mapel yang terstruktur dan bermakna.
SRIPOKU.COM - Di awal tahun 2026 ini, kesibukan guru tidak hanya terfokus pada kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga pada penyusunan perangkat administrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Salah satu topik yang tengah naik daun karena efisiensinya adalah E-Voting Pemilihan Ketua OSIS.
Namun, tantangan terbesarnya bukan pada pelaksanaan, melainkan pada kelengkapan dokumen administratifnya.
Baca juga: Panduan Projek Kokurikuler P5: Simulasi E-Voting Pemilihan Ketua OSIS untuk Suara Demokrasi SMP
Sebagai kegiatan kokurikuler, projek "Suara Demokrasi" melalui sistem digital ini memerlukan akuntabilitas yang tinggi.
Perangkat administrasi yang rapi tidak hanya memudahkan guru dalam penilaian, tetapi juga menjadi bukti fisik yang vital untuk pengisian SKP di Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Komponen Utama Perangkat Administrasi Kokurikuler E-Voting
Untuk memastikan projek berjalan sesuai koridor Kurikulum Merdeka, berikut adalah perangkat administrasi yang wajib disiapkan oleh tim fasilitator SMP:
1. Modul Projek Terintegrasi
Modul ini adalah jantung dari kegiatan kokurikuler.
Di dalamnya harus memuat pemetaan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya elemen Bernalar Kritis dan Bergotong Royong.
Dalam kasus E-Voting, modul harus mencantumkan keterkaitan lintas mata pelajaran antara PPKn (Demokrasi), Informatika (Sistem Digital), dan Matematika (Statistik Data).
2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Digital
Berbeda dengan LKPD reguler, dalam projek kokurikuler ini, siswa dibekali panduan untuk:
- Melakukan riset karakteristik pemimpin ideal.
- Merancang desain kampanye kreatif di media sosial.
- Uji coba (simulasi) penggunaan platform voting agar minim kesalahan teknis pada hari H.
3. Rubrik Penilaian Karakter (Asesmen Sumatif)
Adminitrasi kokurikuler tidak menilai "benar atau salah" secara kognitif, melainkan perkembangan karakter. Rubrik harus mencakup kriteria seperti:
- Integritas: Kejujuran dalam proses pemungutan suara.
- Kolaborasi: Kekompakan panitia KPU sekolah.
- Kreativitas: Inovasi dalam menyampaikan visi-misi kandidat.
4. Jurnal Fasilitator dan Laporan Evaluasi
Guru wajib memiliki catatan harian yang merekam proses bimbingan.
Dokumen ini menjadi bukti otentik dalam portofolio guru bahwa kegiatan kokurikuler telah dilaksanakan dengan bimbingan yang terukur, bukan sekadar membiarkan siswa bekerja sendiri.
Perangkat Administrasi Kokurikuler SMP
Judul Projek: E-Voting Pemilihan Ketua OSIS
Tema P5: Suara Demokrasi
Fase/Kelas: Fase D (VII–IX SMP)
Alokasi Waktu: 36 JP (blok 1 minggu)
Target Peserta Didik: Reguler
Tujuan Kegiatan
- Memberikan pengalaman nyata tentang demokrasi digital di sekolah.
- Melatih keterampilan literasi digital, pengolahan data, dan etika berdemokrasi.
- Menumbuhkan sikap kritis, kreatif, serta menghargai perbedaan pendapat.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis visi-misi kandidat.
- Kreatif: Membuat konten kampanye digital.
- Berkebinekaan Global: Menghargai perbedaan pendapat.
Alur Kegiatan
1. Tahap Temukan
- Eksplorasi makna demokrasi di Indonesia.
- Membandingkan sistem pemilu manual dengan sistem digital.
2. Tahap Bayangkan
- Pembagian peran: Panitia (KPU Sekolah) dan tim sukses kandidat.
- Pelatihan membuat sistem voting sederhana (Google Forms/aplikasi internal).
3. Tahap Lakukan
- Kampanye digital melalui media sosial sekolah.
- Hari pemungutan suara menggunakan perangkat digital.
- Hitung cepat dengan diagram batang dan lingkaran.
4. Tahap Bagikan
- Evaluasi partisipasi pemilih dan kejujuran sistem.
- Presentasi laporan akhir projek.
Kaitan Mata Pelajaran
- PPKn: Demokrasi dan etika politik.
- Informatika: Literasi digital dan sistem voting.
- Matematika: Pengolahan data hasil suara.
Asesmen
- Diagnostik: Tanya jawab awal tentang demokrasi.
- Formatif: Observasi kerja kelompok dan jurnal refleksi.
- Sumatif: Penilaian sistem voting, konten kampanye, dan laporan akhir.
Bukti Dukung
- Foto kegiatan.
- Jurnal siswa.
- Poster kampanye.
- Laporan akhir projek.
- Tautan sistem voting digital.
Dokumen Pendukung
- SK Penugasan Guru.
- Rencana Pelaksanaan Projek (RPPj).
- Rubrik Penilaian.
- Surat Izin Kegiatan.
- Lembar Observasi dan Refleksi.
| 20 Contoh Jurnal Harian Mengajar Guru IPAS Kelas 4 SD Fase B, Format Terbaru 2026 |
|
|---|
| Panduan Lengkap Membuat RPP, Modul Ajar Hingga Materi Berdiferensiasi Menggunakan AI |
|
|---|
| Contoh Rancangan Kegiatan Kokurikuler Tema Jelajah Jejak Sejarah dan Budaya Lokal Jenjang SD 2026 |
|
|---|
| 35 Prompt AI Membuat RPP Otomatis, Solusi Administrasi Guru Modern 2026 |
|
|---|
| Panduan Menyusun Perangkat Pembelajaran Otomatis Menggunakan AI: RPP hingga Modul Ajar Deep Learning |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Perangkat-administrasi-kokurikuler-SMP-untuk-projek-E-Voting.jpg)