Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning IPS Kelas 11 SMA Semester 1 Bab 1
Peserta didik kelas XI umumnya telah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep ekonomi sederhana, seperti kebutuhan,
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
Peserta didik dapat menganalisis peran strategis badan usaha dalam pertumbuhan ekonomi nasional (penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, pemerataan pembangunan) setelah melakukan wawancara singkat dengan pelaku usaha atau studi literatur.
Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi-fungsi badan usaha (fungsi produksi, fungsi distribusi, fungsi pelayanan) dengan tepat.
Peserta didik dapat mengaitkan peran dan fungsi badan usaha dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pertemuan 5-6: Pengelolaan Badan Usaha dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
Peserta didik dapat menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan badan usaha yang efektif (manajemen, keuangan, pemasaran) dengan percaya diri.
Peserta didik dapat menganalisis pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan etika bisnis dalam pengelolaan badan usaha.
Peserta didik dapat merancang contoh kegiatan CSR sederhana untuk sebuah badan usaha melalui diskusi kelompok dan presentasi.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Kisah sukses atau kegagalan badan usaha lokal di sekitar tempat tinggal peserta didik.
Dampak keberadaan badan usaha tertentu (misalnya, UMKM, perusahaan besar) terhadap komunitas lokal.
Peran inovasi dan teknologi dalam perkembangan badan usaha di era digital.
Studi kasus perusahaan yang menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berhasil.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Metode Pembelajaran Berbasis Proyek: Peserta didik akan mengerjakan proyek "Analisis Badan Usaha Lokal" di mana mereka akan memilih satu badan usaha di sekitar tempat tinggal atau lingkungan sekolah, mengumpulkan data, mewawancarai pihak terkait (jika memungkinkan), menganalisis jenis, peran, dan pengelolaan usahanya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluangnya.
Diskusi Kelompok: Diskusi aktif dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus, memecahkan masalah, dan merumuskan ide terkait topik badan usaha.
Eksplorasi Lapangan (Mini): Kunjungan singkat ke UMKM atau bisnis kecil di sekitar sekolah (jika memungkinkan dan relevan) untuk observasi langsung.
Wawancara: Melakukan wawancara sederhana dengan pelaku usaha atau orang yang memiliki pengalaman dalam berwirausaha (dapat dilakukan secara langsung atau daring).
Presentasi: Menyajikan hasil proyek dan diskusi kelompok di depan kelas.
MITRA PEMBELAJARAN:
Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya guru Sosiologi, Matematika, Informatika) untuk integrasi lintas disiplin ilmu.
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Pelaku UMKM lokal, pengusaha, perwakilan koperasi, atau organisasi ekonomi masyarakat untuk wawancara dan mendapatkan perspektif praktis.
Orang Tua/Wali: Untuk mendukung pengawasan dan memberikan perspektif tentang pengalaman bekerja atau berwirausaha.
LINGKUNGAN BELAJAR:
Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk mendukung diskusi kelompok, kerja proyek, dan presentasi. Adanya area untuk memajang hasil kerja siswa (misalnya, peta konsep, infografis).
Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom sebagai pusat informasi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi daring.
Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif di mana peserta didik saling berbagi ide dan membantu satu sama lain. Menumbuhkan partisipasi aktif dengan memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk berkontribusi. Membangun rasa ingin tahu melalui pertanyaan-pertanyaan yang menantang dan studi kasus yang menarik.
PEMANFAATAN DIGITAL:
Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi dari sumber-sumber digital terpercaya (jurnal, artikel berita ekonomi daring, situs web lembaga resmi seperti BPS, Kementerian Koperasi dan UKM).
Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom untuk diskusi asinkron di luar jam pelajaran, memungkinkan peserta didik untuk berpikir lebih dalam dan merespons ide teman.
Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis daring (misalnya, Quizizz, Kahoot) untuk asesmen formatif dan diagnostik.
Mentimeter/Jamboard: Untuk sesi curah pendapat (brainstorming) interaktif di awal atau di tengah pembelajaran.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai pembelajaran dengan teknik relaksasi singkat (misalnya, menarik napas dalam-dalam) atau pertanyaan pemantik yang mendorong peserta didik untuk fokus dan menyadari pengalaman mereka terhadap berbagai produk/jasa di sekitar.
Contoh: "Apa produk atau jasa yang kalian gunakan setiap hari? Siapa yang memproduksi atau menyediakannya?"
Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru menghubungkan materi "Badan Usaha" dengan kehidupan nyata peserta didik. Menayangkan video singkat tentang aktivitas pasar atau kegiatan produksi yang melibatkan berbagai badan usaha.
Mengajukan pertanyaan: "Mengapa kita perlu mempelajari tentang badan usaha ini? Apa kaitannya dengan masa depan kalian?"
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Melakukan aktivitas ice breaking singkat atau kuis interaktif (misalnya, menggunakan Kahoot atau Mentimeter) terkait pengetahuan awal tentang badan usaha untuk membangun suasana kelas yang positif dan antusias.
KEGIATAN INTI (100 MENIT)
Prinsip Pembelajaran Memahami (Bermakna):
Pertemuan 1-2 (Konsep Dasar & Jenis): Guru menyajikan materi melalui kombinasi ceramah interaktif, presentasi visual (infografis, diagram), dan studi kasus singkat.
Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk melakukan eksplorasi mandiri menggunakan modul dan sumber digital tentang berbagai jenis badan usaha.
Setiap kelompok membuat peta konsep atau mind map tentang jenis-jenis badan usaha beserta karakteristiknya.
Pertemuan 3-4 (Peran & Fungsi): Guru memfasilitasi diskusi tentang peran dan fungsi badan usaha, mengaitkannya dengan fenomena ekonomi terkini (misalnya, dampak UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja).
Peserta didik merencanakan dan melakukan wawancara sederhana dengan pelaku usaha (dapat daring atau langsung jika memungkinkan) untuk menggali informasi tentang peran usaha mereka.
Pertemuan 5-6 (Pengelolaan & CSR): Guru menjelaskan konsep pengelolaan badan usaha dan CSR. Peserta didik menganalisis contoh kasus perusahaan yang menerapkan CSR atau pelanggaran etika bisnis.
Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Menggembirakan):
Proyek "Analisis Badan Usaha Lokal": Peserta didik secara berkelompok memilih satu badan usaha lokal, mengumpulkan data (observasi, wawancara), menganalisis jenis, peran, dan pengelolaan usahanya, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang. Hasil proyek dapat berupa laporan tertulis, presentasi, infografis, atau video singkat.
Studi Kasus Interaktif: Memberikan studi kasus yang relevan dan meminta kelompok untuk memecahkan masalah atau merumuskan strategi bisnis sederhana.
Simulasi Sederhana: Jika memungkinkan, melakukan simulasi singkat tentang pengambilan keputusan dalam suatu badan usaha.
Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):
Di setiap akhir sesi inti, guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka eksplorasi lebih lanjut.
Diskusi kelompok tentang tantangan yang dihadapi dalam mengerjakan proyek dan bagaimana mereka mengatasinya.
Guru memfasilitasi refleksi individu tentang pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau aspirasi masa depan.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik secara umum terhadap kinerja peserta didik selama pembelajaran, baik individu maupun kelompok, mengapresiasi usaha dan memberikan saran untuk perbaikan.
Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari sepanjang pertemuan, menekankan konsep-konsep kunci dan keterkaitannya.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang topik untuk pertemuan berikutnya dan memberikan tugas pengayaan atau persiapan untuk mendorong keterlibatan peserta didik dalam perencanaan belajar mandiri mereka.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
Observasi: Mengamati partisipasi peserta didik dalam diskusi awal dan respons terhadap pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan prasyarat mereka.
Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat berisi beberapa pertanyaan tentang pemahaman dasar mengenai badan usaha dan pengalaman mereka terkait ekonomi.
Tes Diagnostik: 5 soal pilihan ganda atau isian singkat untuk mengukur pemahaman awal tentang definisi dan contoh badan usaha.
Baca berita menarik Sripoku.com lainnya di Google News
Modul Ajar
Contoh Modul Ajar Deep Learning IPS
IPS
kelas 11 SMA
Bab 1
Badan Usaha dalam Perekonomian
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 6 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 5 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 4 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 3 |
|
|---|
| Contoh Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 11 SMA, Bab 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Contoh-Modul-Ajar-Deep-Learning-IPS-Kelas-11-SMA-Semester-1-Bab-1.jpg)