Detik-detik Munir Dicekik Saat Meliput di SPPG, Kepala BGN Bereaksi : Minta Maaf Ya
Momen sedikit mencekam terjadi ketika dua wartawan hendak meliput Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pasar Rebo.
SRIPOKU.COM - Momen sedikit mencekam terjadi ketika dua wartawan hendak meliput Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pasar Rebo.
Satu dari dua wartawan, yang diduga bernama Munir, dikabarkan dicekik seorang pria petugas SPPG tersebut.
Atas insiden ini, Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan reaksinya.
Dikatakan Munir, kejadian bermula saat ia dan seorang rekan wartawannya mendatangi lokasi kejadian.
Baca juga: Kontrak Penyaluran MBG Bakal Diputus Jika Tak Miliki SLHS, SPPG Diberi Tempo 1 Bulan
Mereka ke sana untuk mencari informasi lebih mendetail soal insiden keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SD Negeri 1 Gedong.
Kedatangan Munir dan rekannya adalah untuk meminta konfirmasi kepada SPPG yang menyiapkan MBG atas insiden keracunan MBG tersebut.
Namun, keduanya malah mendapat intimidasi.
Bahkan, satu dari mereka ada yang mengaku dicekik seorang pria.
"Saya belum dapat laporan resmi, tapi kami meminta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu," kata Dadan saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Duduk Perkara Prabowo Minta Dihentikan Operasinya Sementara SPPG yang Dinilai Bermasalah
Dadan menyebutkn, BGN sedang mencari kebenaran peristiwa itu dan tidak membenarkan bentuk kekerasan dalam bentuk apapun. Dadan menepis anggapan bahwa SPPG sulit diliput oleh media massa.
Menurut dia, jika terdapat awak media yang melayangkan pemberitahuan atau permohonan izin peliputan, pihaknya bakal membukakan pintu.
"Jadi, memberikan pengetahuan terlebih dahulu karena itu kan terkait dengan aspek higienis itu," tutur Dadan. "Jadi, kalau tiba-tiba masuk, meliput, tidak menggunakan APD kan menyalahi prosedur," imbuh dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepala BGN Minta Maaf Petugas Dapur MBG Aniaya Wartawan di Jaktim"
| Kontroversi Anggaran MBG 2025, Dana Motor Listrik hingga Kaos Kaki Lebih Besar dari Uang Makanan |
|
|---|
| Perintis SPPG Rantau Alai Protes Standar Bangunan hingga Parkir Sempit dan Dinding Tak Diplester |
|
|---|
| Peringatan BGN ke Hendrik Gunawan yang Diam-diam Punya 7 Dapur MBG Sekaligus: Bukan Ladang Bisnis! |
|
|---|
| Imbas Joget MBG, Hendrik Irawan Pemilik Dapur SPPG Minta Maaf ke Prabowo: Mungkin Pak Presiden Risih |
|
|---|
| Sosok Hendrik Irawan Jadikan MBG Ladang Cuan, Punya 7 Dapur SPPG Modal Rp3,5 M, Kini Disuspend BGN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-pemukulan-pukul.jpg)