Driver Ojol Tewas Dilindas

Deddy Corbuzier tak Puas dengan Permintaan Maaf Pihak Polisi atas Kematian Affan Kurniawan, Nyawa!

Menurut Ayah Azka ini, keluarga korban berhak mendapatkan keadilan yang jelas, bukan hanya belasungkawa formal.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Odi Aria
Tribunnews/Tiktok
KOMENTAR DEDDY CORBUZIER - Kolase foto. Komentar Deddy Corbuzier atas kematian Affan Kurniawan 

SRIPOKU.COM - Deddy Corbuzier turut buka suara mengenai kasus yang menimpa Affan Kurniawan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (29/8/2025), Deddy Corbuzier menyampaikan keprihatinan sekaligus kekecewaannya atas kejadian tersebut. 

Ia menegaskan bahwa permintaan maaf dari pejabat kepolisian, termasuk Kapolda dan Kapolri, tidak bisa menyamai kehilangan nyawa seorang anak bangsa.

"Kata maaf tak sepadan dengan nyawa," tulis Deddy dalam unggahannya di akun Instagram pribadi dilansir Jumat (29/8/2025).

Ia menilai bahwa tragedi semacam ini tidak boleh sekadar dijawab dengan pernyataan maaf, melainkan harus dibarengi dengan tindakan nyata.

“Berhenti membuat alasan,” tegas Deddy lagi. 

Menurut Ayah Azka ini, keluarga korban berhak mendapatkan keadilan yang jelas, bukan hanya belasungkawa formal. 

Ia mengingatkan bahwa nyawa manusia terlalu berharga untuk dianggap enteng, apalagi hanya diganti dengan ucapan permintaan maaf tanpa langkah pertanggungjawaban yang konkret.

SOPIR - Sosok Bripka R sopir kendaraan taktis (rantis) Brimob saat melindas sopir ojek online Affan Kurniawan (AK) hingga meninggal dunia akhirnya ditunjukan dihadapan publik.
SOPIR - Sosok Bripka R sopir kendaraan taktis (rantis) Brimob saat melindas sopir ojek online Affan Kurniawan (AK) hingga meninggal dunia akhirnya ditunjukan dihadapan publik. (Istimewa)


Baca juga:
DAFTAR Lengkap Pernyataan DPR soal Tunjangan yang Memicu Kemarahan Publik hingga Tragedi Affan

Tangis Ibu Affan

Erlina, ibu dari Affan Kurniawan seorang driver ojek online (ojol) yang tewas karena dilindas mobil rantis polisi tak kuasa menahan tangis ketika menyambut Anies Baswedan di rumahnya.

Sambil menangis histeris, Erlina lantas berteriak bahwa Affan Kurniawan putranya kini sudah meninggal dunia.

"Pak anak saya gak ada ini pak," ujar Erlina kepada Anies Baswedan dilansir dari YouTube Intens Investigasi.

Anies Baswedan tampak melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dilindas mobil rantis Brimob Kamis (28/8/2025) malam.

Saat itu, Erlina terlihat menangis histeris di sebelah jenazah sang putra.

Tampak suami dan kerabat keluarga yang lain mencoba menenangkan Erlina.

Namun tangisnya kembali pecah saat Anies Baswedan mendatanginya.

Kepada Anies, Erlina pun meminta keadilan untuk Affan.

"Mohon keadilan Pak," ujarnya seraya menangis.

Sementara itu melalui Instagramnya, Anies meminta adanya investigasi transparan.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.

Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta.

Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat.

Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen.

Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?

Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik.

Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita," tulis Anies Baswedan.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved