Driver Ojol Tewas Dilindas

Pengakuan Bripka R Sopir Mobil Rantis yang Lindas Affan Kurniawan, 'Ya Kalau Berhenti Mati Pak'

Anggota Brimob yang melindas seorang ojol bernama Affan Kurniawan memberikan pengakuan mengejutkan.

Editor: adi kurniawan
Kolase Sripoku.com
PENGAKUAN SOPIR - Anggota Brimob yang melindas seorang ojol bernama Affan Kurniawan memberikan pengakuan mengejutkan. 

SRIPOKU.COM -- Aparat Brimob pengemudi kendaraan taktis (rantis) polisi yang melindas seorang ojol bernama Affan Kurniawan memberikan pengakuan mengejutkan.

Para anggota Brimob yang sudah kompak berpakaian hijau itu menjawab pertanyaan secara bergantian di satu ruangan yang sama.

Mereka menjelaskan bahwa saat itu situasi kacau dan mobil rantis yang mereka kendarai dikepung masa dan diserang.

Mobil rantis ini, kata mereka, berada dalam situasi dikepung serangan batu, bom molotov, dan yang lainnya.

Baca juga: Sosok Bripka R, Sopir Mobil Rantis yang Lindas Ojol Affan Kurniawan hingga Tewas, Ini Pengakuannya

Sambil menyalakan sirine, akhirnya mereka memutuskan untuk maju.

"Makanya yakin mobil ini diserang, "kamu maju terus !, kamu maju terus !", ya memang kalau berhenti mati pak," ujar Bripka R, salah satu dari mereka saat diperiksa dikutip dari Kompas TV.

"Akhirnya saya sebagai drivernya maju. Jadi sudah enggak bisa lagi mundur. Mundur mati, maju pun ngehadapin mati," ujarnya.

Saat melaju, dia mengaku tidak begitu menyadari posisi orang.

Mereka juga melaju sambil mengenakan menyalakan sirine.

"Itu sirine udah nyala, saya nyalakan sirine," katanya.

Mereka juga menjelaskan bahwa kondisi jalanan malam itu memang berbatu karena banyak digunakan pendemo untuk menyerang.

Sehingga ketika rantis itu melindas seorang ojol, mereka tidak menyadarinya.

Baca juga: Momen Kontras Massa Teriak "Polisi Pembunuh" di Kompleks DPR Malah Akrab dengan Pasukan TNI Armed

"Saya tidak mengerti posisi orang karena saya tidak tidak memperhatikan orang kanan kiri pak, karena saya ke depan. Saya enggak tahu ada orang jatuh," katanya.

"Jadi saat itu jalanan itu sudah banyak batu pak. Jadi saya enggak ngerti, enggak bisa bedain, terus pecahan apa itu, itu saya hantem aja," imbuhnya.

Dia menjelaskan bahwa penglihatan mereka ke samping juga terbatas

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved