Driver Ojol Tewas Dilindas

SENTILAN Pedas Salsa Erwina soal Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis, DPR Duduk Bermewah-mewahan

Salsa Erwina bahkan menantang anggota DPR dari Partai Nasdem Ahmad Sahroni karena mengatakan warga yang meminta DPR dibubarkan

Editor: Fadhila Rahma
Kolase Instagram @salsaer dan tangkapan layar
SALSA KECAM - Tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20) setelah ditabrak dan dilindas oleh mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, juga menjadi sorotan Salsa Erwina Hutagalung, perempuan diaspora Indonesia di Denmark, yang belakangan menyoroti kondisi masyarakat Indonesia dengan mengkritisi pemerintah dan parlemen. Salsa mengatakan pengemudi ojol itu tewas dilindas kendaraan taktis yang dibeli dari 

SRIPOKU.COM - Salsa Erwina Hutagalung turut mengomentari tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20) yang ditabrak dan dilindas oleh mobil rantis Brimob Polri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Salsa Erwina Hutagalung, adalah perempuan diaspora Indonesia di Denmark, yang belakangan menyoroti kondisi masyarakat Indonesia dengan mengkritisi pemerintah dan parlemen.

Salsa Erwina bahkan menantang anggota DPR dari Partai Nasdem Ahmad Sahroni karena mengatakan warga yang meminta DPR dibubarkan adalah orang tolol sedunia.

Baca juga: MUSUH MUSUH Jenderal Bintang 2 Dimaki Massa Usai Hadiri Pemakaman Ojol Dilindas Rantis Brimob

Dalam akun Instagramnya @salsaer, Salsa yang bekerja sebagai Strategic Manager di perusahaan energi Vesta mengunggah video seorang driver ojol yang dilindas rantis Brimob saat demonstrasi mahasiswa.

"Indonesia berdarah," tulis Salsa sebagai judul dala narasi di video yang diunggagnya.

 "Warga sipil tewas terlindas truk yang dibeli dengan pajak mereka sendiri. Para pengunjuk rasa dibunuh karena menuntut keadilan, sementara pemerintah yang korup berpesta mewah dengan penghasilan lebih dari 40 kali lipat rakyatnya setiap bulan," kecam Salsa.

Salsa menjelaskan 68 persen rakyat Indonesia hidup dengan kurang dari 8 dolar sehari berdasar data Bank Dunia.

"Namun para pemimpin mengejek kita sebagai petani, yang terbodoh di dunia. Mereka duduk bermewah-mewahan sementara saudara-saudara kita mati," ujarnya.

 
"Setiap tetes darah warga sipil ada pada @prabowo, para menteri, parlemen @dpr_ri yang diam di istana mereka. Kepada dunia: jangan berpaling," kata.

Salsa mengajak kita semuanya berdiri bersama dan keadilan harus ditegakkan.

"Berdirilah bersama kami. Keadilan harus ditegakkan. Rakyat akan bangkit. Bawa 'orang-orang' kalian ke pengadilan BESOK atau kami akan melawan mereka sendiri!" tegasnya.

"Kami menunggu dan mengamati untuk melihat apakah kalian masih berdiri bersama para penyedia jasa kalian atau untuk merusak kekuasaan @listyosigitprabowo @humaspolri @humaskorpsbrimob," ujar Salsa.

Berawal Protes Warga

KOLASE PANGKAT KOMPOL
KOLASE PANGKAT KOMPOL (Kolase)

Herudin, seorang saksi mata menceritakan detik-detik mobil taktis milik Brimob melindas seorang  driver ojek online (ojol) yang akhirnya tewas.

Peristiwa itu terjadi di sekitar Jalan Penjernihan, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat Kamis (28/8/2025) malam, sekira 20.30 WIB

Saksi mata bernama Herudin menyebut bahwa persitiwa itu bermula saat warga memprotes tindakan polisi yang menembakkan gas air mata sampai ke area perkampungan

"Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu warga dari gang administrasi 1 penjernihan keluar ke jalan penjernihan. Protes brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata," ungkap Herudin, Kamis malam.

Menurutnya warga lalu mendekati mobil Brimob yang berada di sekitar lokasi untuk menyampaikan protes tersebut.

"Nah ini dimanfaatin sama warga keluar ngepung brimob pas di depan SPBU pejompongan. Brimob gak sadar warga dan demontran sudah banyak melebihi jumlah Brimob," katanya.

Satu kendaraan Brimob kemudian melaju ke arah massa.

Massa yang berada di jalan, mencoba berlarian untuk menghindar dari kendaraan taktis itu.

Namun, nahasnya seorang driver ojol terlambat menghindari laju kendaraan.

Dia akhirnya tertabrak dan terlindas.

Ibunda Histeris

Erlina, ibunda Affan Kurniawan (20), pengemudi ojek online yang tewas terlindas mobil rantis Brimob, tampak histeris di depan jenazah putranya yang disemayamkan di rumah mereka, Jumat (29/8/2025).

“Pak, anak saya tidak ada pak,” kata Erlina kepada Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melayat ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Pantauan Wartakotalive.com, Anies Baswedan datang pukul 08.42 WIB.

Ia datang mengenakan pakaian biru tua dan peci hitam.

Saat Anies tiba, sang ibunda mendiang Affan berteriak histeris sampai berderai air mata.

Ia mengungkapkan perasaan kecewa, sedih, kesal dan penyesalan kepada Anies.

Beberapa kali dia meminta keadilan di hadapan Anies.

Kemudian Anies terlihat menguatkan dan melantunkan doa bersama sambil menggenggam tangan Erlina.

Ayahanda Affan juga tak tahan menahan tangis dia turut dikuatkan Anies sambil berpelukan.

Pramono Anung menangis 

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga melayat ke rumah duka driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20) yang meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob Polri.

Di rumah duka kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025), Pramono datang seorang diri sekiranya pukul 06.55 WIB.

Orang nomor satu di Jakarta itu terlihat menyalami ayah Affan yang sedang membaca doa di samping jenazah sang buah hati.

Mas Pram, sapaan karib Pramono terlihat tak kuasa menahan air matanya, dia juga tampak menguatkan keluarga Affan yang ditinggalkan. 

Pramono tampak membuka kaca mata dan menyeka matanya.

Dia terus menguatkan ayah Affan yang menangis di sampingnya.

"Yang tabah," kata Pram sambil mengusap punggung ayah Affan.

Para tetangga mendiang Affan juga terlihat melayat dan berdoa bersama.

 

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved