Driver Ojol Tewas Dilindas

HENDROPRIYONO Eks Kepala BIN Sebut Sosok Dalang yang Tunggangi Demo di DPR, Tinggal di Luar Negeri!

Jenderal (Purn) AM Hendropriyono secara tegas dan mengklaim mengaku tahu dalang di balik demo di depan Gedung DPR RI

Editor: Welly Hadinata
TRIBUNNEWS/HERUDIN
HENDROPRIYONO - Foto Mantan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. 

SRIPOKU.COM - Sosok siapa dalang di balik demo di DPR RI, diungkap AM Hendropriyono yang merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN).

Jenderal (Purn) AM Hendropriyono secara tegas dan mengklaim mengaku tahu dalang di balik demo di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Hendro bilang, ada pihak-pihak yang "bermain" menunggangi demo tersebut. Namun, ia belum mau mengungkap siapa orangnya.

"Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu.

Baca juga: PRABOWO Tegaskan Brimob yang Sebabkan Ojol Meninggal Tanggung Jawab, Ini Janjinya ke Keluarga Korban

Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Guru besar di bidang ilmu intelijen itu menyebut bahwa dalang dalam demo tersebut berasal dari luar.

Ia menggerakkan kaki tangannya yang kini berada di dalam negeri.

Ia bahkan meyakini bahwa kaki tangan atau pembantu dalang itu tidak mengetahui bahwa mereka tengah dimanfaatkan.

"(Dalangnya) Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," tuturnya.

Baca juga: PRABOWO Didesak Copot Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Imbas Mobil Brimob Lindas Ojol hingga Meninggal

Tokoh tersebut, lanjut Hendropriyono, bukan seorang negarawan (non-state actor).

Namun, pengaruhnya sangat besar terhadap kebijakan negara tempat tinggalnya.

Ia yang merupakan intel sempat membaca bahwa segala kebijakan negara itu selalu senada dengan usulan dari sang aktor. 

"Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state. Non-state tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah, kaum kapitalis begitu. Itu yang usul," tuturnya.

Ia lantas mengungkapkan tujuan aktor tersebut hingga menyebabkan demokrasi kian kacau.

Dari dulu, kata dia, mereka memang bertujuan kembali menjajah dengan cara yang berbeda.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved