Satu Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Terancam Amputasi

Seorang korban selamat dari kecelakaan bus ALS di Muratara terancam amputasi, kondisinya terus dipantau dokter.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Refly Permana
dokumentasi Polisi
KORBAN SELAMAT- Salah satu korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Jumiatun (43), tiba di RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kabar terbaru pada Senin (11/5/2026), ia terancam menjalani operasi amputasi. 

Ringkasan Berita:
  • Pasangan Ngadiono dan Jumiatun masih dirawat intensif di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang pascakecelakaan bus ALS di Muratara.
  • Luka bakar Ngadiono berkurang sekitar 20 persen dan kondisinya stabil sehingga direncanakan pindah ke ruang rawat biasa.
  • Dokter menyatakan luka bakar berat dapat merusak jaringan dalam seperti tendon dan otot. 

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pasangan suami istri korban kecelakaan bus ALS di Kabupaten Muratara terus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol. dr. Budi Susanto, mengatakan pihaknya sudah melakukan operasi terhadap dua pasien bernama Ngadiono dan Jumiatun pada Senin (11/5/2026).

Setelah menjalani operasi, kondisi luka bakar Ngadiono sudah berkurang.

“Untuk Pak Ngadiono kondisinya lebih bagus daripada Jumiatun. Kondisi luka bakarnya sudah berkurang 20 persen, tinggal 30 persen lagi,” ujar Budi saat dijumpai di Polda Sumsel, Senin (11/5/2026).

Bahkan, Ngadiono kini sudah bisa makan dan minum sendiri sehingga direncanakan dipindahkan dari ruang intensif ke ruang rawat biasa.

“Pak Ngadiono sudah stabil dan besok, insyaallah, bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa,” katanya.

Namun, kondisi Jumiatun cukup parah, terutama di bagian tangan.

Baca juga: Kabar Terkini Pasutri Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Muratara, Kembali Jalani Operasi

Jaringan hingga tulang-tulang di jari mengalami kerusakan.

Menurutnya, kondisi jaringan pada jari di kedua tangan Jumiatun, dari telunjuk hingga kelingking, mengalami kerusakan sehingga ada kemungkinan tim dokter akan mengambil tindakan amputasi.

Langkah tersebut masih perlu dipastikan lewat pemeriksaan vaskularisasi.

“Ada kemungkinan amputasi jari-jari Jumiatun, tetapi kita pastikan dulu karena harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lewat pemeriksaan vaskularisasi. Apakah aliran darahnya masih kuat dan cukup untuk dipertahankan, atau terpaksa kita korbankan,” jelasnya.

Ia menambahkan, luka bakar berat tidak hanya merusak permukaan kulit, tetapi juga dapat merusak jaringan dalam seperti tendon dan otot apabila tidak ditangani dengan baik.

“Kami khawatir luka bakar merusak organ jaringan dalam, tendon, dan otot. Kalau tidak dirawat dengan baik akan fatal sehingga ada kemungkinan organ tubuh harus dikorbankan,” ungkapnya.

Meski demikian, kondisi organ vital keduanya disebut masih dalam keadaan baik dan terus menunjukkan progres membaik.

Jumiatun masih dirawat di ruang ICU dan dibantu alat bantu napas.

“Organ vital keduanya bagus, progres membaik. Fokus kami sekarang penanganan luka bakarnya. Bu Jumiatun memang kondisinya lebih berat dan masih memakai alat bantu napas di ICU,” tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved