Berita Palembang

Evaluasi Kemacetan, Pemkot Palembang Berencana Kurangi Durasi CFD Ampera Jadi 2,5 Jam

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan uji coba kedua Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Kominfo Palembang
CFD - Suasana Car Free Day di Jembatan Ampera pada Minggu (12/4/2026). Meski mendapatkan kritikan karena sebabkan macet di jalan alternatif, namun CFD mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Sumsel 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan uji coba kedua Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu (19/4/2026) mendatang. 
  • Walikota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa durasi yang sebelumnya dimulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, akan diusulkan menjadi pukul 05.30 hingga 08.00 WIB saja.
  • Berdasarkan kajian dari Dishub aktivitas masyarakat pada pukul 08.00 WIB ke atas itu sudah cukup tinggi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan uji coba kedua Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu (19/4/2026) mendatang. 

Sebagai langkah evaluasi atas kemacetan parah pada uji coba pertama, durasi pelaksanaan CFD rencananya akan dipangkas selama satu jam.

Walikota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa durasi yang sebelumnya dimulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, akan diusulkan menjadi pukul 05.30 hingga 08.00 WIB saja.

"Kita siapkan beberapa opsi untuk uji coba kedua dengan catatan hasil evaluasi kemarin. Salah satunya pengurangan durasi waktu agar tidak terjadi krodit kemacetan," ujar Ratu Dewa, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Anggota DPRD Sumsel Dukung CFD Jembatan Ampera Berlanjut, Nopianto Ungkap Alasan

Menurut Dewa dari hasil rapat yang dipimpin Asisten II Pemkot Palembang dengan OPD terkait, sudah ada kesimpulan awal jika CFD tetap dilaksanakan dengan menggunakan opsi baru dari hasil evaluasi pada uji coba sebelumnya.

"Tadi sudah disampaikan kemarin, kita ada rencana mengurangi durasi waktunya, mungkin dari jam 05.30 sampai jam 08.00. Tetapi kita harus ada penebalan personil, mulai dari pol PP, dinas Perhubungan petugas kepolisian semuanya, dan kita juga minta dilakukan penertiban pedagang kaki lima, jangan sampai terjadi krodit kemacetan," paparnya.

Ditambahkan Dewa, pihaknya belum memutuskan apa CFD nanti dilaunching dalam waktu dekat, mengingat pihaknya masih tetap melakukan uji coba kembali, untuk bisa dievaluasi dilanjutkan atau tidak kedepannya di kawasan jembatan Ampera.

"Pertama kita uji coba dulu yang kedua, nanti ada beberapa opsi nanti, setelah kita selesai uji coba yang kedua apa hasil evaluasinya kedepan," tandas Dewa.

Asisten II Pemkot Palembang Isnaini Madani melanjutkan, jika uji coba Car Free Day kedua tetap dilakukan pada hari Minggu pagi, dengan pengurangan durasi pelaksanaan.

"Jadi nanti dikurangi waktu pelaksanaanya sampai jam 8 pagi, karena berdasarkan kajian dari Dishub aktivitas masyarakat pada pukul 8 keatas itu sudah cukup tinggi," jelasnya.

Isnaini memastikan, dalam penerapan rekayasa nanti pada jalan alternatif akan diantisipasi dengan penebalan personil, khususnya di kawasan jembatan Musi IV dan VI, yang sangat berdampak langsung dari pelaksanaan CFD.

"Tetap itu sifatnya tentatif, kalau belum jam 8 aktivitas masyarakat dan volume kendaraan sudah tinggi, maka bisa kita hentikan CFD lebih awal," tandasnya, seraya pihaknya juga akan terus melengkapi fasilitas umum (fasum) yang ada di lokasi CFD.

Disisi lain, pelaksanaan uji coba Car Free Day di titik utama Jembatan Ampera Palembang, Pada Minggu (12/4/2026) lalu mendapat kritikan dari masyarakat karena menyebabkan kemacetan di jalan alternatif yang ada, menjadi perhatian untuk peninjauan ulang pelaksanaannya.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD kota Palembang sendiri, berharap pelaksanaan CFD di atas jembatan Ampera itu dikaji ulang jika banyak hal negatif yang dirasakan masyarakat.

Ketua Fraksi PKB Sutami Ismail berharap Pemkot Palembang untuk mengkaji ulang, dan benar- benar mempelajari dampaknya positif dan negatifnya bagi perkembangan lalulintas, karena dari laporan yang sempat viral ada kemacetan parah di jalan alternatif saat dilaksanakan CFD.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved