Berita Palembang

Evaluasi Kemacetan, Pemkot Palembang Berencana Kurangi Durasi CFD Ampera Jadi 2,5 Jam

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merencanakan uji coba kedua Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu

Tayang:
Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Kominfo Palembang
CFD - Suasana Car Free Day di Jembatan Ampera pada Minggu (12/4/2026). Meski mendapatkan kritikan karena sebabkan macet di jalan alternatif, namun CFD mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Sumsel 

"Jadi fraksi PKB meminta Pemkot Palembang, mengkaji ulang secara mendalam, dan mendetilkan dampak positif dan negatif kegiatan itu, jika dilaksanakan di Jembatan Ampera,' cap Sutami.

Menurut Sutami, arus lalulintas di jembatan Ampera selama ini merupakan urat nadi bagi aktivitas masyarakat, sehingga jika ada penutupan sementara karena pelaksanaan CFD, perlu pematangan opsi yang jadi alternatif bagi masyarakat.

"Karena aku lihat kendaraan di arus alternatif jalan itu cukup padat . Artinya kegiatan lalulintas di Ampera sebelumnya ramai, jadi harus ada opsi yang pas dan tepat jika dialihkan," tuturnya.

Soal kengototan pihak Pemkot untuk tetap melaksanakan CFD ditempat sama nantinya, ia mengingatkan semua harus dilakukan dengan perencanaan matang dari kajian yang ada, tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat luas.

"Kita sebagai perwakilan fraksi di DPRD Palembang, prihatin terkait komen masyarakat yang ada atas pelaksanaan CFD kemarin. Artinya, itu menunjukkan ada keresahan di masyarakat jika CFD itu dilaksanakan, dan ketika viral ini sangat menganggu. Sehingga kita minta pemerintah untuk didalami dengan kajian, telaah betul," bebernya.

Ditambahkan Sutami, fraksi PKB tak menutup kemungkinan melalui anggota komisi dari fraksi PKB akan meminta penjelasan dari Pemkot Palembang, agar masalah ini bisa dicarikan solusi yang terbaik.

"Kita sebagai ketua fraksi menyarankan bersama mitra OPD terkait kebijakan itu nantinya, bisa saja nanti dipanggil untuk meminta keterangan pihak pelaksana dalam hal ini Pemkot, apakah sudah sesuai hasil telaah dan perlu banyak saran tokoh masyarakat, dari pelaku usaha, aktivis dan sebagainya. Karena jalan itu merupakan jalan vital yang banyak dilalui dalam aktivitas masyarakat dengan padatnya kendaraan yang melintas," tuturnya.

Dilanjutkan Sutami, jika banyaknya negatifnya yang diberikan masyarakat dan manfaatnya sedikit, maka lokasi CFD bisa saja dialihkan ditempat lainnya, dengan membangkitkan titik baru geliat ekonomi di Palembang.

"Kalau hasil telaah dan kajian banyaklah negatifnya, maka cari tempat lain dan bisa mengembangkan tempat kreatif yang selama ini sepi," tukasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved