Kasus Campak di Sumsel

Kasus Campak di Sumsel Meningkat, Sepanjang 2026 ada 1.082 Kasus Suspek dengan 184 Kasus positif

Data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat lonjakan kasus suspek maupun kasus terkonfirmasi campak, terutama memasuki tahun 2026

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Welly Hadinata
Handout
Virus Campak Meningkat - Dinkes adakan vaksin masal di empat kabupaten kota di Sumsel. (Dok Dinkes Sumsel) 
Ringkasan Berita:
  • Kasus Campak di Sumatera Selatan meningkat, dengan 1.082 kasus suspek dan 184 kasus positif hingga awal 2026.
  • Pemerintah melakukan imunisasi tanggap wabah (ORI) di Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.
  • Masyarakat diminta waspada terhadap gejala demam tinggi dan ruam merah serta memastikan anak mendapat imunisasi lengkap.

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Penyebaran Campak di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan dalam periode 2025 hingga awal 2026.

Data Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat lonjakan kasus suspek maupun kasus terkonfirmasi campak, terutama memasuki tahun 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan peningkatan kasus dipengaruhi rendahnya cakupan imunisasi pada sebagian penderita.

“Terjadi peningkatan kasus suspek dan konfirmasi yang signifikan pada tahun 2026. Salah satu faktor risiko adalah rendahnya status imunisasi,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Kasus Naik Tajam di 2026

Sepanjang 2025, tercatat 744 kasus suspek campak dengan 68 kasus terkonfirmasi.

Namun hingga minggu ke-9 tahun 2026, jumlahnya meningkat menjadi 1.082 kasus suspek dengan 184 kasus positif.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada Januari 2026 dengan 381 kasus suspek dan 151 kasus positif.

Pada Februari tercatat 525 kasus suspek, sedangkan Maret 2026 tercatat 176 kasus suspek dengan 33 kasus positif.

Empat Daerah Prioritas Imunisasi

Sebagai langkah penanganan, pemerintah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi tanggap wabah di beberapa daerah dengan risiko tinggi, yakni:

  • Palembang
  • Prabumulih
  • Banyuasin
  • Musi Rawas Utara

Program tersebut telah dimulai sejak 10 Maret melalui posyandu dan berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman mengatakan peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Waspadai Gejala Campak

Trisnawarman mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala campak seperti demam tinggi yang berlangsung beberapa hari disertai munculnya bintik-bintik merah di kulit.

“Ciri khasnya demam naik turun, lalu muncul ruam atau bintik merah di badan. Sekilas bisa mirip demam berdarah, tetapi ini mengarah ke campak,” jelasnya.

Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap karena vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved